Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Minyak Tertekan Dibayangi Kelebihan Pasokan

SABTU, 27 DESEMBER 2025 | 10:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia kembali melemah karena investor semakin khawatir akan kelebihan pasokan minyak global di tengah harapan berakhirnya perang Rusia dan Ukraina melalui kesepakatan damai.

Dikutip dari Reuters, Sabtu 27 Desember 2025, harga minyak mentah Brent ditutup turun 1,60 Dolar AS atau 2,57 persen ke level 60,64 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) turun 1,61 atau 2,76 persen menjadi 56,74 Dolar AS per barel.

Meski harga sempat naik dalam beberapa hari terakhir akibat gangguan pasokan, secara keseluruhan harga sedang menuju penurunan tahunan terdalam sejak 2020. Sepanjang 2025, Brent telah turun sekitar 19 persen, sementara WTI anjlok sekitar 21 persen. Penyebab utamanya adalah produksi minyak global yang terus meningkat, sehingga memicu kekhawatiran pasar akan banjir pasokan tahun depan.


Analis dari Aegis Hedging menilai faktor geopolitik hanya memberi dorongan jangka pendek. “Premi geopolitik memang menopang harga dalam jangka pendek, tetapi tidak mengubah narasi utama soal kelebihan pasokan minyak global," kata mereka.

Berdasarkan laporan pasar minyak Desember dari Badan Energi Internasional (IEA) yang berbasis di Paris, pasokan minyak dunia pada 2026 diperkirakan melebihi permintaan sebesar 3,84 juta barel per hari. Angka ini semakin memperkuat tekanan terhadap harga minyak.

Di sisi geopolitik, pelaku pasar juga mencermati perkembangan proses damai Rusia-Ukraina. Presiden Volodymyr Zelensky dijadwalkan bertemu Presiden AS Donald Trump di Florida untuk membahas proposal perdamaian, termasuk isu wilayah yang selama ini menjadi hambatan utama. 

Jika kesepakatan damai tercapai, sanksi internasional terhadap sektor minyak Rusia berpotensi dilonggarkan. Hal ini justru bisa menambah pasokan minyak ke pasar global dan semakin menekan harga.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya