Berita

M. Arwani Deni. (Foto: Dokumentasi Menwa)

Publika

Dirgahayu ke-75 Kodam Jaya

Meneguhkan Kembali Jati Diri Prajurit Penjaga Ibukota

KAMIS, 25 DESEMBER 2025 | 02:30 WIB

PADA 24 Desember 2025, Kodam Jaya/Jayakarta genap berusia 75 tahun. Sejak didirikan pada 24 Desember 1950, Kodam Jaya memikul peran strategis sebagai satuan teritorial yang beroperasi di jantung kekuasaan negara. 

Jakarta dan wilayah penyangganya bukan hanya pusat pemerintahan dan ekonomi, tetapi juga ruang sosial yang sarat dinamika, kepentingan, serta ekspresi publik. Di wilayah inilah relasi antara negara dan rakyat diuji setiap hari.

Karena itu, peringatan Dirgahayu ke-75 Kodam Jayakarta semestinya dimaknai lebih dari sekadar seremoni institusional. Ia layak menjadi momentum refleksi atas jati diri, orientasi pengabdian, dan kualitas hubungan prajurit teritorial dengan masyarakat. 


Refleksi ini penting, sebab kekuatan teritorial pada hakikatnya tidak hanya ditentukan oleh struktur komando dan kesiapan fisik, tetapi oleh kepercayaan rakyat yang dibangun melalui kehadiran nyata.

Kodam Jaya sejak awal dilekatkan dengan sesanti “Aneka Daya Tunggal Bhakti”, sebuah prinsip pengabdian yang menuntut pengerahan seluruh potensi hanya untuk satu tujuan, yakni kepentingan bangsa dan rakyat. Dalam konteks teritorial, sesanti ini bermakna kehadiran prajurit yang membumi, dekat dengan warga, memahami denyut kehidupan sosial, serta peka terhadap persoalan masyarakat.

Namun, dalam perjalanan waktu, tantangan internal dan eksternal ikut membentuk wajah pengabdian teritorial. Modernisasi organisasi, tuntutan administrasi, dan kompleksitas tata kelola pemerintahan kerap mendorong pergeseran orientasi kerja. 

Di sinilah muncul kesan bahwa sebagian pejabat dan komandan teritorial kini lebih banyak beraktivitas di balik meja ketimbang di tengah masyarakat. Fungsi teritorial yang seharusnya hidup di ruang sosial perlahan tereduksi menjadi rutinitas administratif.

Di wilayah metropolitan seperti Jabodetabek, kondisi tersebut berisiko menciptakan jarak psikologis antara prajurit dan rakyat. Padahal, kehadiran fisik dan emosional prajurit di tengah masyarakat adalah elemen penting dalam menjaga stabilitas sosial.

Prajurit teritorial bukan sekadar pelaksana kebijakan, tetapi juga penjaga kepercayaan publik di tingkat akar rumput. Selain itu, berkembang pula persepsi bahwa sebagian elit teritorial lebih sering terlihat dekat dengan kelompok pengusaha dibandingkan dengan masyarakat luas. 

Relasi dengan dunia usaha tentu tidak dapat dihindari dalam konteks pembangunan dan sinergi nasional. Namun, kedekatan yang tidak dikelola secara proporsional berpotensi menimbulkan kesan eksklusivitas dan menjauhkan prajurit dari peran utamanya sebagai pelindung seluruh rakyat Indonesia. 

Perlu ditegaskan, kritik ini tidak meniadakan dedikasi banyak prajurit Kodam Jaya di tingkat bawah yang tetap bekerja dengan senyap, membantu masyarakat dalam situasi darurat, serta menjaga harmoni sosial. Akan tetapi, arah kepemimpinan teritorial tetap menjadi penentu utama. 

Keteladanan komandan dalam membangun kedekatan dengan rakyat akan menentukan wajah Kodam Jaya secara keseluruhan. Sebagai satuan teritorial di pusat kekuasaan, Kodam Jayakarta memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar.

Kedekatan dengan pusat politik dan ekonomi justru menuntut kehati-hatian agar orientasi pengabdian tidak bergeser. Prajurit teritorial dituntut menjaga jarak yang sehat dari kepentingan pragmatis dan meneguhkan keberpihakan pada kepentingan rakyat sebagai basis pertahanan negara. 

Momentum Dirgahayu ke-75 Kodam Jaya seharusnya menjadi titik konsolidasi nilai. Sesanti Aneka Daya Tunggal Bhakti perlu diterjemahkan kembali dalam praktik teritorial yang lebih membumi untuk memperkuat kehadiran lapangan, membuka ruang dialog dengan masyarakat, serta menjadikan empati sosial sebagai bagian dari kepemimpinan militer modern.

Di era demokrasi dan keterbukaan informasi, kepercayaan publik adalah modal strategis pertahanan negara. TNI, termasuk Kodam Jaya akan tetap kuat selama menjaga kekuatan di hati rakyat. Sebaliknya, jarak sosial yang melebar hanya akan melemahkan fungsi teritorial dan mereduksi makna pengabdian.

Dirgahayu ke-75 Kodam Jaya. Usia ini selayaknya menjadi pengingat bahwa kekuatan sejati prajurit tidak semata terletak pada struktur dan kewenangan, melainkan pada kedekatan dengan rakyat, keteladanan moral, dan kesetiaan pada nilai pengabdian yang sejak awal menjadi fondasi TNI.

M. Arwani Deni 
Kepala Staf Konas Resimen Mahasiswa Indonesia


Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya