Berita

Wakil Ketua DPD GKR Hemas di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 22 Desember 2025. (Foto: Humas DPD)

Politik

Kongres Perempuan 1928 Landasan Spirit Menuju Keadilan Gender

SELASA, 23 DESEMBER 2025 | 03:13 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Dalam rangka memperingati Hari Ibu 2025, Musyawarah Ibu Bangsa 2025 digelar di Gedung Nusantara V dengan mengusung tema “Pulang ke Semangat 1928: Suara Ibu untuk Indonesia Berkeadilan 2045” pada Senin, 22 Desember 2025. 

Kegiatan ini menjadi ruang refleksi sekaligus konsolidasi gagasan perempuan lintas generasi dan lintas daerah untuk memperjuangkan kesetaraan dan keadilan gender dalam pembangunan nasional.

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, selaku Steering Committee Musyawarah Ibu Bangsa 2025, menegaskan bahwa peringatan Hari Ibu tidak semata menjadi seremoni tahunan, melainkan momentum historis untuk menghidupkan kembali semangat Kongres Perempuan Indonesia 1928. 


Menurutnya, sejak awal Hari Ibu merupakan simbol kesadaran politik, keberanian kolektif, dan kepemimpinan perempuan dalam memperjuangkan martabat, pendidikan, keadilan, serta kemerdekaan bangsa.

“Musyawarah Ibu Bangsa 2025 adalah ruang pertemuan antara sejarah dan masa depan. Di sinilah semangat 1928 kita aktualisasikan dalam konteks Indonesia hari ini yang majemuk, dinamis, namun masih menghadapi ketimpangan dan keterbatasan ruang bagi suara perempuan,” ujar GKR Hemas.

GKR Hemas mengapresiasi capaian nasional yang ditunjukkan melalui penurunan Indeks Ketimpangan Gender Indonesia menjadi 0,421 berdasarkan data BPS tahun 2024. Meski demikian, ia menekankan bahwa angka statistik belum sepenuhnya mencerminkan realitas pengalaman hidup perempuan di berbagai wilayah dan kelompok sosial. Kesenjangan masih dirasakan oleh perempuan adat, perempuan difabel, perempuan muda, serta perempuan di akar rumput.

Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya kebijakan yang responsif terhadap konteks lokal, perlindungan hukum yang nyata, serta terbukanya ruang partisipasi perempuan di semua sektor, termasuk kepemimpinan dan politik. Kesetaraan, menurutnya, bukanlah penyeragaman, melainkan pengakuan atas perbedaan kebutuhan dan pengalaman hidup perempuan.

Dalam konteks global dan regional, GKR Hemas juga menyoroti peran aktif Indonesia dalam mendorong kesetaraan gender, termasuk melalui forum G20 EMPOWER 2025 yang menekankan peningkatan partisipasi kerja dan kesejahteraan ekonomi perempuan. Di tingkat nasional, penerapan prinsip Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) di berbagai sektor serta dukungan regulasi menjadi fondasi penting untuk menciptakan ruang publik dan dunia kerja yang lebih aman dan inklusif.

Musyawarah Ibu Bangsa 2025 diharapkan tidak hanya menjadi forum diskusi, tetapi juga ruang mendengar dan merumuskan rekomendasi konkret yang akan dihimpun dalam Manifesto Ibu Bangsa. Dokumen ini akan menjadi bagian dari perjalanan menuju peringatan 100 Tahun Kongres Perempuan Indonesia pada 2028.

Sejalan dengan akar sejarah Kongres Perempuan Indonesia yang lahir di Yogyakarta pada tahun 1928, GKR Hemas menyampaikan harapannya agar Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menjadi tuan rumah peringatan 100 tahun kongres tersebut. Yogyakarta dinilai memiliki makna historis dan simbolik sebagai pusat konsolidasi gerakan perempuan dan peneguhan komitmen kebangsaan.

Menutup sambutannya, GKR Hemas menyampaikan penghormatan kepada seluruh perempuan Indonesia dan mengajak semua pihak menjadikan suara perempuan sebagai fondasi kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Perempuan punya kuasa atas dirinya. Mereka berdaulat dan merdeka untuk menentukan langkahnya,” tegasnya.


Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya