Berita

Pemukiman Israel di Efrat, Tepi Barat tahun 2021. (Foto: AFP)

Dunia

Ekspansi Pemukiman Israel Meluas di Tepi Barat

SENIN, 22 DESEMBER 2025 | 17:09 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Kabinet Israel menyetujui pembangunan 19 pemukiman Yahudi baru di Tepi Barat.

"Usulan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich dan Menteri Pertahanan Israel Katz untuk mendeklarasikan dan meresmikan 19 permukiman baru di Yudea dan Samaria (sebutan Israel untuk Tepi Barat-red) telah disetujui oleh kabinet," demikian pernyataan kantor Smotrich, dikutip Selasa, 22 Desember 2025.

Smotrich menyatakan penambahan ini membuat total pemukiman baru yang disetujui dalam beberapa tahun terakhir mencapai 69, termasuk dua lokasi yang sebelumnya dievakuasi dalam rencana penarikan Israel pada 2005. 


Menurut kelompok pemantau anti-pemukiman Peace Now, jumlah pemukiman di Tepi Barat melonjak hampir 50 persen selama pemerintahan saat ini, dari 141 lokasi pada 2022 menjadi 210 setelah keputusan terbaru.

Pemukiman Yahudi di wilayah pendudukan secara luas dianggap ilegal menurut hukum internasional dan dipandang sebagai pukulan serius bagi upaya pembentukan negara Palestina.

Keputusan kabinet ini diambil saat Amerika Serikat mendorong Israel dan Hamas melanjutkan fase kedua gencatan senjata Gaza yang mulai berlaku 10 Oktober, dengan rencana yang mencantumkan kemungkinan jalan menuju negara Palestina. 

Namun, Kementerian Keuangan Israel menyebut kebijakan terbaru itu mencakup legalisasi retroaktif sejumlah pos pemukiman lama serta pembangunan di lahan yang sebelumnya dihuni warga Palestina, dengan skala yang bervariasi dari satu rumah hingga kompleks gedung bertingkat.

Dua pemukiman yang dilegalkan, Kadim dan Ganim, merupakan bagian dari empat pos di Tepi Barat yang dibongkar pada 2005, sebelum Israel mencabut undang-undang evakuasi tersebut pada Maret 2023. 

Israel sendiri merebut Tepi Barat, Yerusalem Timur, dan Gaza dalam perang 1967 dan hingga kini telah menempatkan lebih dari 500.000 pemukim Yahudi di Tepi Barat, serta lebih dari 200.000 orang di Yerusalem Timur.

Di tengah dominasi kabinet oleh tokoh sayap kanan pro-pemukim seperti Smotrich dan Itamar Ben-Gvir, ekspansi pemukiman juga dibarengi lonjakan kekerasan terhadap warga Palestina, dengan PBB mencatat rata-rata delapan serangan per hari selama panen zaitun Oktober dan sedikitnya 136 serangan tambahan hingga 24 November.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya