Berita

Menu Makan bergizi gratis (MBG) yang disiapkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (Foto: Kantor Komunikasi Kepresidenan)

Kesehatan

Ahli Gizi IPB: Kunci Tubuh Sehat Ada pada Isi 'Ompreng' yang Seimbang

SABTU, 20 DESEMBER 2025 | 08:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Perilaku konsumsi anak-anak sekolah kini mulai mengalami perubahan positif seiring berjalannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama hampir satu tahun terakhir. 

Transformasi kebiasaan makan ini berdampak langsung pada perbaikan profil kesehatan siswa, yang terlihat nyata dari peningkatan status gizi serta normalisasi Indeks Massa Tubuh (IMT) penerima manfaat MBG di berbagai daerah.

Guru Besar Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Ir. Ikeu Tanziha, MS, mengungkapkan bahwa kehadiran MBG menjadi solusi bagi masalah jajan sembarangan yang kerap menghantui kesehatan anak-anak dan remaja di Indonesia.


Menurut Prof. Ikeu, MBG memiliki peran unik dalam menyeimbangkan Indeks Massa Tubuh (IMT) peserta didik. Data menunjukkan adanya perbaikan signifikan pada anak yang mengalami masalah gizi.

"Anak-anak yang tadinya masuk kategori kurus sekali, naik menjadi kurus ringan atau bahkan masuk kategori normal. Di sisi lain, anak dengan kelebihan berat badan (overweight) mengalami penurunan IMT menuju berat ideal," jelas Prof. Ikeu dalam sebuah wawancara di Jakarta, dikutip Sabtu 20 Desember 2025.

Fenomena ini terjadi karena rasa kenyang yang didapatkan dari porsi MBG yang terukur. 

"Karena mereka merasa kenyang dengan makanan bergizi, keinginan untuk jajan sembarangan yang tinggi garam, gula, dan lemak (GGL) jadi berkurang drastis," tambahnya.

Edukasi dalam "Ompreng MBG"

Lebih dari sekadar membagikan makanan, Prof. Ikeu menekankan bahwa setiap paket MBG yang diterima siswa mengandung nilai edukasi yang besar. Program ini mengajarkan prinsip Gizi Seimbang secara langsung di kepada anak-anak kita.

"Setiap makanan dalam ompreng itu bukan sekadar makanan, tapi ada nilai edukasinya. Anak-anak belajar bahwa makanan yang baik harus terdiri dari karbohidrat, dua sumber protein hewani dan nabati, serta sayur dan buah," paparnya.

Edukasi ini dinilai sangat krusial bagi kelompok remaja. Prof. Ikeu menyoroti masalah body image di kalangan remaja yang sering kali melakukan diet ketat karena merasa gemuk padahal berat badannya normal, sehingga berujung pada kekurangan gizi. MBG hadir untuk meluruskan persepsi tersebut bahwa sehat adalah tentang keseimbangan nutrisi dan aktivitas fisik, bukan sekadar membatasi makan.

"Tujuan besar MBG adalah pemenuhan gizi nasional dan perbaikan perilaku konsumsi. Jika gizinya terpenuhi dan anak-anak sehat, secara otomatis capaian pendidikan mereka juga akan lebih tinggi," tutup Prof. Ikeu.

Hingga saat ini, program MBG telah menjangkau hampir 60 juta penerima manfaat, mulai dari pelajar, balita, hingga ibu hamil dan menyusui. Dengan alokasi anggaran sebesar Rp71 triliun, program ini telah tersebar di 38 provinsi dan 7.022 kecamatan.

Tak hanya soal kesehatan, infrastruktur pendukung program ini juga menggerakkan ekonomi nasional. Dengan beroperasinya 14.773 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), telah menyerap lebih dari 500 ribu tenaga kerja.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya