Berita

Tujuh anggota KY yang dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat, 19 Desember 2025 (Foto: Biro Pers Sekretariat)

Politik

Usai Dilantik, Tujuh Anggota KY Komitmen Perkuat Independensi dan Mutu Peradilan

JUMAT, 19 DESEMBER 2025 | 17:37 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Setelah resmi dilantik dan mengucapkan sumpah jabatan di Istana Negara, Jumat, 19 Desember 2025, tujuh Anggota Komisi Yudisial (KY) periode 2025-2030 menegaskan komitmennya untuk memperkuat independensi dan mutu peradilan. 

Anggota KY Abdul Chair Ramadhan menekankan bahwa sinergi dan kolaborasi menjadi kunci dalam mendorong perubahan di lingkungan peradilan. 

Kerja sama tersebut dilakukan tidak hanya di internal KY, tetapi juga dengan para pemangku kepentingan eksternal sebagai bagian dari strategi memperkuat kelembagaan.


“Sinergi kolaborasi baik internal maupun eksternal dengan stakeholder terkait akan kita maksimalkan menuju perubahan, kemandirian, lembaga peradilan yang lebih baik dan lebih bermutu. Itu yang paling penting dan menjadi target utama kami,” ujarnya kepada wartawan usai prosesi pelantikan.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pelaksanaan tugas KY dilakukan berdasarkan kewenangan konstitusional serta regulasi yang berlaku. 

Fungsi pelaporan dugaan pelanggaran etik hakim akan tetap menjadi fokus, selaras dengan mekanisme investigasi dan klarifikasi guna memastikan proses pengawasan berjalan berimbang dan objektif.

“Sesuai dengan kewenangan, perihal pelaporan tentu akan menjadi perhatian selain juga advokasi. Pelaporan tentu juga harus diimbangi dengan investigasi, klarifikasi, dan itu juga terkait dengan fungsi daripada KY itu sendiri,” paparnya.

Adapun mengenai posisi KY sebagai lembaga independen, Abdul Chair menegaskan tidak terdapat intervensi dari pihak manapun, termasuk Presiden. Ia menambahkan bahwa kemandirian KY dijamin sepenuhnya oleh ketentuan undang-undang.

“Tidak ada arahan dari Presiden. Karena kita independen dan harus bekerja sesuai dengan kemandirian kita, dan itu dijamin dalam undang-undang,” tegasnya.

Anggota KY lainnya, Andi Muhammad Asrun menekankan bahwa integritas moral menjadi fondasi utama dalam upaya membangun peradilan yang bersih. Ia mengingatkan bahwa penguatan moralitas harus dimulai dari para hakim pengawas sebagai ujung tombak sistem pengawasan internal.

“Kalau hakim pengawasnya tidak bersih, tidak kita bisa harapkan satu kinerja yang baik. Itu komitmen kami bersama, dan kami akan laksanakan komitmen itu dengan revisi undang-undang yang telah dipersiapkan oleh Komisi Yudisial yang saat ini,” kata dia.

Berdasarkan Keppres Nomor 132B/2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Komisi Yudisial, berikut nama-nama anggota KY yang dilantik hari ini:

1. F William Saija (mantan hakim)
2. Setiawan Hartono (mantan hakim)
3. Anita Kadir (praktisi hukum)
4. Desmihardi (praktisi hukum)
5. Andi Muhammad Asrun (akademisi hukum)
6. Abdul Chair Ramdhan (akademisi hukum)
7. Abhan (tokoh masyarakat).

Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya