Berita

Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang (paling kanan) bersama keluarga usai melakukan pencoblosan (Foto: RMOLJabar)

Hukum

Update OTT Bekasi: KPK Bawa 7 Orang ke Jakarta, Unsur Jaksa Belum Tertangkap

JUMAT, 19 DESEMBER 2025 | 15:22 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan perkembangan terbaru terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Bekasi. 

Dari total 10 orang yang sempat diamankan pada Kamis 18 Desember 2025, hanya 7 orang yang diboyong ke Gedung Merah Putih KPK untuk pemeriksaan intensif.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa ketujuh orang yang dibawa ke Jakarta terdiri dari unsur penyelenggara negara dan swasta, yaitu; Ade Kuswara Kunang (Bupati Bekasi), Haji Kunang (Ayah Bupati Bekasi), dan 5 orang pihak swasta.


KPK belum merinci identitas tiga orang lainnya yang tidak dibawa ke markas pusat. 

Hingga saat ini, dipastikan belum ada unsur Jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi yang ikut dibawa ke Gedung Merah Putih.

Budi menjelaskan bahwa kasus ini kemungkinan berpotensi terbagi menjadi dua klaster tindak pidana, yaitu dugaan suap ppoyek yang menjerat Bupati Bekasi dan pihak swasta, serta dugaan pemerasan oleh Jaksa. 

"Untuk yang Bekasi, sampai dengan saat ini yang diamankan adalah bupati dan juga para pihak swasta. Nanti kita sama-sama tunggu perkembangan seperti apa," tutur Budi ke[ada wartawan di Jakarta,Juma jelang sore 19 Desember 2025.

Saat ini masih dalam pengembangan karena KPK belum berhasil menangkap Kepala Kejari Kabupaten Bekasi.

"Itu juga masih yang didalami oleh tim, apakah ini hanya satu klaster atau dua klaster tindak pidana korupsi," pungkas Budi.

Menariknya, Bupati Ade Kuswara (yang juga Ketua DPC PDIP Kabupaten Bekasi) dibawa masuk ke Gedung KPK melalui pintu belakang. Prosedur ini dilakukan demi menjaga kerahasiaan operasi yang masih berjalan, mengingat tim di lapangan masih memburu Kepala Kejari Kabupaten Bekasi.

Sebagai langkah pengamanan barang bukti, KPK telah menyegel sejumlah ruangan di lingkungan Pemkab Bekasi, termasuk ruang kerja Bupati.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

KPK Cium Skandal Baru Izin Tambang di Maluku Utara, Nama Haji Romo Ikut Terseret

Rabu, 01 April 2026 | 08:16

Wall Street Kembali Sumringah

Rabu, 01 April 2026 | 08:07

WFH ASN Diproyeksikan Hemat Kompensasi BBM Rp 6,2 Triliun

Rabu, 01 April 2026 | 07:53

Emas Melonjak 3 Persen, tapi Cetak Rekor Penurunan Bulanan Terburuk Sejak 2008

Rabu, 01 April 2026 | 07:42

RI Murka di DK PBB, Nilai Serangan TNI di Lebanon Tak Lepas dari Israel

Rabu, 01 April 2026 | 07:35

Pasar Saham Eropa Tutup Maret dengan Koreksi Terburuk dalam Empat Tahun

Rabu, 01 April 2026 | 07:24

Menhan AS Sebut Perang Iran Masuk Fase Penentuan

Rabu, 01 April 2026 | 07:17

Italia Gagal Lolos Piala Dunia Setelah Ditekuk 4-1 oleh Bosnia

Rabu, 01 April 2026 | 06:57

Katastropik Demokrasi Kita

Rabu, 01 April 2026 | 06:48

Soleman Ponto: Intelijen pada Dasarnya Teroris

Rabu, 01 April 2026 | 06:20

Selengkapnya