Berita

Olahraga

Pasukan Prabowo Mengamuk, Taktik Irjen Nunung Antar Silat Rebut Empat Emas

JUMAT, 19 DESEMBER 2025 | 05:40 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Merah Putih berkibar tiga kali dalam sehari di Impact Arena, Muang Thong Thani, Bangkok. Tepuk tangan menggema. Lagu Indonesia Raya berkumandang. Cabang pencak silat mengamuk di SEA Games 2025.

Rabu sore, 17 Desember 2025, menjadi saksi. Indonesia mengunci tiga medali emas sekaligus. Tiga hari sebelumnya, Minggu 14 Desember, emas pertama sudah diamankan dari nomor beregu putra. Total empat emas. Target terpenuhi.

Di balik panen emas itu, ada duet komando yang bekerja senyap tapi mematikan. Presiden Prabowo Subianto dan Irjen Nunung Syaifuddin.


Prabowo, Ketua Umum PB Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI), menjadi arsitek besar. Nunung, Wakil Kepala Bareskrim Polri, turun langsung sebagai manajer tim. Satu di menara kebijakan, satu di garis depan arena.

Empat emas bukan hasil kebetulan. Ini buah kepemimpinan panjang dan konsisten. Di tangan Prabowo, silat tak sekadar olahraga. Ia dijaga sebagai warisan budaya, identitas bangsa, sekaligus mesin prestasi. Dari nasional sampai internasional.

Prabowo juga memegang kendali dunia persilatan: Ketua Umum Persilat sekaligus Presiden IPSF. Posisi strategis yang membuat Indonesia tak sekadar ikut, tapi menentukan arah. Target empat emas di SEA Games ditetapkan dari Jakarta. Ambisius, tapi realistis.

Di lapangan, Irjen Nunung jadi eksekutor. Disiplin, tegas, tapi membumi. Para atlet menyebutnya bukan cuma manajer. Ia pelatih mental. Motivator. “Latihan keras harus ditopang mental juara,” pesan yang terus diulangnya. Hasilnya? Bicara sendiri.

Emas pertama datang dari nomor seni beregu putra. Andika Dhanireksa, Rano Slamet Nugraha, dan Asep Yuldan Sani tampil nyaris sempurna. Skor 9,965. Juri tak berkutik.

Emas kedua disabet Muhammad Zaki Zikrillah Prasong, yang melaju lewat walkover usai lawan dari Thailand mundur. Emas ketiga hadir dari Safira Dwi Meilani di kelas B putri. Puncaknya, Tito Hendra Cipta mengamankan emas keempat di kelas E putra lewat permainan agresif dan kontrol emosi kelas juara.

Di pinggir arena, Nunung berdiri tanpa atribut jenderal. Lebih mirip pelatih lama: tahu kapan menekan, kapan memberi napas. Sementara di Jakarta, laporan kemenangan tiba satu per satu di meja PB IPSI.

Tak ada pesta berlebihan. Pesannya singkat: bersiap untuk Asian Games.

Empat emas ini menegaskan satu hal: struktur kepemimpinan IPSI bekerja. Dari kebijakan hingga eksekusi. Silat kembali jadi andalan Merah Putih di SEA Games.

Bagi para pesilat, emas bukan sekadar medali. Ia bukti fondasi yang dibangun puluhan tahun masih kokoh. Kolaborasi Prabowo sebagai panglima kebijakan dan Irjen Nunung sebagai komandan lapangan melahirkan hasil nyata.

Bangkok kembali mendengar Indonesia Raya. Dan pencak silat datang bukan sekadar bertanding. Ia datang membawa pesan: Indonesia masih penguasa Asia Tenggara.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya