Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Dok. Kemenkeu)

Bisnis

Menkeu Purbaya: Defisit Melebar, Pajak dan PNBP Anjlok

KAMIS, 18 DESEMBER 2025 | 16:52 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada November 2025 mengalami defisit sebesar Rp560,3 triliun atau setara 2,35 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Defisit ini melebar dari laporan bulan Oktober 2025 senilai Rp479,7 triliun.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjabarkan, total pendapatan negara hingga akhir November mencapai Rp2.351,5 triliun atau 82,5 persen dari outlook tahun ini.

Pendapatan tersebut bersumber dari penerimaan perpajakan sebesar Rp1.903,9 triliun atau 79,8 persen dari target, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp444,9 triliun atau setara 93,2 persen dari target.


"Penerimaan perpajakan mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp1.946,4 triliun," kata Menkeu Pubaya di Kantor Kementerian Keuangan Jakarta, Kamis, 18 Desember 2025.

Rinciannya, penerimaan pajak tercatat Rp1.634,4 triliun, turun dari Rp1.688,6 triliun pada 2024. Sementara kepabeanan dan cukai justru naik menjadi Rp269,4 triliun dari sebelumnya Rp257,7 triliun. PNBP turun cukup tajam dari Rp522,5 triliun pada November 2024 menjadi Rp444,9 triliun tahun ini.

Dari sisi belanja, pemerintah mencatat realisasi sebesar Rp2.911,8 triliun atau lebih tinggi dibanding periode sama tahun lalu Rp2.894,5 triliun. 

Komponen belanja tahun ini meliputi belanja pemerintah pusat Rp2.116,2 triliun, terdiri dari belanja kementerian/lembaga Rp1.110,7 triliun dan belanja non-kementerian/lembaga Rp1.005,5 triliun. Selain itu, realisasi transfer ke daerah mencapai Rp795,6 triliun atau sekitar 92,1 persen dari outlook 2025.

Selanjutnya, keseimbangan primer APBN November 2025 tercatat mengalami defisit Rp82,2 triliun.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya