Berita

Iluustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street Terkoreksi Saat Investor Tahan Napas

SELASA, 16 DESEMBER 2025 | 08:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah saham utama Wall Street merosot, dipicu sikap investor yang memilih berhati-hati sambil menunggu rilis sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat (AS) yang akan keluar sepanjang pekan ini.

Pelaku pasar juga mencermati dinamika di internal Federal Reserve (The Fed), terutama spekulasi soal calon pengganti Jerome Powell yang masa jabatannya akan berakhir Mei mendatang. 

Dikutip dari Reuters, Selasa 16 Desember 2025, pada penutupan perdagangan Senin, indeks Dow Jones turun 41,49 poin atau 0,09 persen ke level 48.416,56. S&P 500 melemah 0,16 persen ke 6.816,51, sementara Nasdaq Composite terkoreksi lebih dalam, turun 0,59 persen ke 23.057,41.


Sementara itu, delapan dari 11 sektor utama S&P 500 justru mencatat kenaikan, dipimpin sektor kesehatan yang menguat 1,3 persen. Sebaliknya, sektor teknologi turun 1 persen, tertekan oleh saham ServiceNow yang anjlok 11,5 persen setelah muncul kabar rencana akuisisi startup keamanan siber Armis.

Untuk saham individual, Tesla melonjak 3,5 persen setelah Elon Musk menyebut perusahaan sedang menguji robotaxi tanpa pengawas keselamatan di kursi penumpang depan. Sementara itu, iRobot terpuruk 72,7% setelah produsen penyedot debu Roomba tersebut mengajukan perlindungan kebangkrutan.

Pekan ini, pasar menunggu laporan nonfarm payroll (NFP) untuk Oktober dan November yang sempat tertunda akibat penutupan pemerintah. Selain itu, data inflasi dan aktivitas bisnis juga akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.

“Pasar masih mencari arah kepemimpinan, terutama karena investor tak ingin seluruh taruhan hanya pada saham AI, sementara data ekonomi belum lengkap,” kata Carol Schleif, Chief Investment Officer BMO Family Office. Ia menambahkan investor cenderung “menahan napas” menjelang rilis data tenaga kerja dan dampaknya terhadap peluang penurunan suku bunga.

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya