Berita

Anggota Komisi II DPR Fraksi Partai Gerindra Azis Subekti. (Foto: RMOL/ Ahmad Satryo)

Politik

Legislator Gerindra: Reforma Agraria Jangan Sekadar Slogan, Harus Sentuh Petani Kecil

SABTU, 13 DESEMBER 2025 | 21:41 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Panitia Khusus Penyelesaian Konflik Agraria DPR diingatkan agar tidak menjadikan reforma agraria sebatas jargon politik. Program tersebut harus benar-benar menyentuh petani kecil bila kedaulatan pangan ingin diwujudkan.

"Kedaulatan pangan sering kita teriak-teriakkan sebagai cita-cita besar. Tapi faktanya petani masih sering diposisikan hanya sebagai objek pelaksana program, penerima bantuan, atau buruh di lahan yang bukan miliknya," tegas Anggota Komisi II DPR  Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, dalam keterangannya Sabtu, 13 Desember 2025.

Menurut Azis, petani seharusnya ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan pangan. Artinya, petani harus memiliki hak atas tanah yang jelas, kebebasan menentukan usaha tani, posisi tawar di pasar, serta menikmati nilai tambah dari hasil kerja mereka sendiri.


"Tanpa itu semua, kenaikan produksi akan rapuh. Begitu biaya naik, lahan terdesak, atau harga jatuh, yang pertama kali tumbang selalu petani kecil," tandas Anggota Pansus Penyelesaian Konflik Agraria DPR dari Fraksi Gerindra ini.

Azis mengungkapkan data BPS 2023-2025 yang menempatkan Jawa Tengah sebagai salah satu penopang utama pangan nasional. Pada 2023, produktivitas padi tercatat 55,24 kuintal per hektare dengan produksi 9,06 juta ton.

Pada 2024, produktivitas meningkat menjadi 57,19 kuintal per hektare. Namun, penurunan luas panen membuat produksi justru turun menjadi 8,89 juta ton. Sementara pada 2025, peningkatan luas panen diproyeksikan mendorong produksi naik hingga 9,38 juta ton.

"Pesannya jelas. Produktivitas saja tidak cukup kalau lahan makin terhimpit, ongkos produksi membengkak, dan petani tak punya kepastian usaha," ujarnya.

Di Daerah Pemilihan Jawa Tengah VI yang meliputi Wonosobo, Purworejo, Temanggung, Magelang, dan Kota Magelang, kontribusi petani dinilai besar, namun tantangan yang dihadapi juga berat. Selain tekanan biaya dan alih fungsi lahan, wilayah pegunungan seperti Wonosobo dan Magelang juga rawan bencana.

Data longsor 2024 mencatat Wonosobo mengalami 80 kejadian, Magelang 64 kejadian, Purworejo 28 kejadian, dan Temanggung 24 kejadian. Kondisi ini menegaskan bahwa agenda ketahanan pangan tidak bisa dilepaskan dari isu lingkungan dan mitigasi risiko bencana.

Azis juga menyoroti potensi hortikultura di dapilnya. Temanggung tercatat sebagai produsen cabai rawit terbesar di Jawa Tengah pada 2024 dengan produksi mencapai 569,30 ribu kuintal. Sementara Wonosobo dan Magelang kuat pada komoditas bawang daun dan bawang putih.

"Kebijakan pangan tidak boleh padi-sentris. Diversifikasi pangan dan penguatan hortikultura itu bukan pelengkap, tapi strategi menjaga pendapatan petani sekaligus menjamin pasokan," kata Wasekjen DPP Partai Gerindra ini.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Perpres Pelindungan Ojol Jangan Berhenti di Atas Kertas

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:29

Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16

Sakelar Cahaya di Dalam Otak

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:04

Kartu Nikah Digital Bisa Diakses melalui Simkah, Ini Caranya!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:44

Nusron Wahid Bikin KPK Tidak Berkutik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:24

Dulu di Depok Banyak Maling dan Begal, Sekarang Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:08

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:33

Tragedi Affan dan Bambang Jangan Terulang

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:14

Selengkapnya