Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Harga Minyak Naik Tipis Terpengaruh Ketegangan AS-Venezuela

JUMAT, 12 DESEMBER 2025 | 10:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia sedikit naik pada pembukaan perdagangan Jumat, 12 Desember 2025, setelah muncul kemungkinan Amerika Serikat kembali mencegat lebih banyak kapal tanker yang membawa minyak Venezuela yang memicu kekhawatiran soal pasokan.

Dikutip dari Reuters, harga Brent naik 29 sen atau 0,5 persen menjadi 61,57 Dolar AS per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik 31 sen atau 0,5 persen menjadi 57,91 Dolar AS per barel. Meski begitu, kedua patokan harga itu sempat turun sekitar 1,5 persen kemarin.

AS saat ini disebut sedang bersiap mencegat lebih banyak kapal pembawa minyak Venezuela setelah pekan ini menyita satu kapal tanker, sebagai bagian dari tekanan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Langkah tersebut memicu kekhawatiran terganggunya suplai minyak ke pasar.


Analis Hiroyuki Kikukawa dari Nissan Securities menjelaskan, sebelumnya harga minyak turun karena pasar berharap tekanan pasokan akan berkurang jika Rusia dan Ukraina mencapai kesepakatan damai. Namun penyitaan kapal oleh AS membuat pelaku pasar kembali melakukan pembelian.

"Negosiasi damai Rusia-Ukraina akan menjadi fokus utama pekan depan. Jika kesepakatan benar-benar terwujud, harga WTI bisa turun dan menguji level 55 Dolar AS per barel. Perdamaian juga dapat membuka kembali lebih banyak pasokan minyak Rusia yang saat ini masih terkena sanksi Barat," ujarnya.

Pada saat yang sama, para pemimpin Inggris, Prancis, dan Jerman telah berdiskusi dengan Presiden AS Donald Trump untuk membahas upaya terbaru Washington mendorong penyelesaian perang Ukraina.

Namun situasi keamanan masih labil. Pada Kamis, drone Ukraina dilaporkan menyerang platform minyak di Laut Kaspia untuk pertama kalinya, menghentikan produksi fasilitas milik Lukoil.

Dari sisi proyeksi, International Energy Agency (IEA) menaikkan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak global untuk 2026, sambil memangkas proyeksi pertumbuhan suplai. Ini membuat surplus minyak tahun depan diperkirakan sedikit menyempit. IEA menilai permintaan akan lebih tinggi karena ekonomi global menguat, sementara pasokan dari negara-negara yang terkena sanksi justru menurun.

Namun data OPEC yang dirilis terpisah menunjukkan pandangan berbeda. Menurut organisasi itu, suplai minyak dunia pada 2026 diperkirakan akan seimbang dengan permintaan, berlawanan dengan estimasi IEA yang memperkirakan kelebihan pasokan besar.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Bursa Asia Dibuka Merah, Kospi Anjlok Hampir 6 Persen

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:29

Trump dan Gedung Putih Unggah Peta Baru Selat Hormuz yang Bikin Panas Iran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:17

Wall Street Merah, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:04

Harvard Didenda Rp947 Miliar atas Skandal Penjualan Bagian Tubuh Jenazah

Rabu, 19 Agustus 2026 | 08:03

Dolar AS Bergerak Terbatas, Indeks DXY Menguat Tipis di Level 99,63

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:47

Logam Mulia Serempak Anjlok Dihantam Naiknya Imbal Hasil Obligasi

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:25

Bursa Eropa Loyo, Saham Teknologi Berguguran

Rabu, 19 Agustus 2026 | 07:06

Konsep Ketahanan Iklim Ala Indonesia Menggema di Forum Menteri LH Anggota BRICS

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:59

Kenaikan Anggaran Pendidikan Harus Wujudkan Sekolah Dasar Gratis

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:32

42 Pemegang Izin Kehutanan Ditindak Gegara Karhutla

Rabu, 19 Agustus 2026 | 06:19

Selengkapnya