Berita

Agung Nugroho. (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Publika

Akal, Nurani, dan Drama Kesombongan

SELASA, 09 DESEMBER 2025 | 12:25 WIB | OLEH: AGUNG NUGROHO*

DALAM hidup ini, manusia sebenarnya sudah dibekali dua “GPS bawaan pabrik”: akal dan hati nurani. Kalau dua alat ini dipakai dengan benar, hidup terasa lebih stabil. 

Kita tidak gampang kebablasan, tidak lebay menyikapi hal-hal kecil, dan tidak merasa paling hebat hanya karena satu-dua pencapaian.

Masalah mulai muncul ketika akal dibiarkan tidur siang terlalu lama dan hati nurani dipelankan volumenya. 


Begitu dua hal itu redup, hadir lah satu tokoh antagonis yang sering bikin rusuh: kesombongan. Ia datang pelan-pelan, tapi begitu masuk, susah keluar. 

Manusia mulai merasa superior, seolah semua keberhasilan murni hasil otot dan otaknya sendiri, padahal banyak faktor lain yang ikut dorong dari belakang.

Imam Ali ra punya kalimat yang pas sekali untuk fenomena ini: “Kami tidak akan melihat orang yang bodoh kecuali ketika terjebak dalam perilaku kesombongan.”

Bodoh di sini bukan soal tidak lulus ujian atau tidak hafal rumus. Yang dimaksud adalah orang yang tidak bisa membaca diri sendiri. 

Tidak tahu batas, tidak sadar kekurangan, dan tidak mau belajar lagi. Kesombongan membuat seseorang merasa sudah sampai garis finish, padahal baru lewat pos awal.

Orang sombong biasanya alergi kritik, cepat tersinggung, dan senang memutar suara sendiri tanpa jeda. 

Akhirnya hidup mereka seperti tinggal di ruang karaoke pribadi: semua suara suaranya sendiri, semua kebenaran versinya sendiri.

Padahal, rendah hati itu bukan berarti minder. Justru orang rendah hati biasanya yang paling matang. 

Ia tahu kapan bicara, kapan mendengar, kapan maju, kapan mundur sebentar untuk mikir ulang. Orang rendah hati itu seperti tanah subur: siap menerima, mudah tumbuh.

Di zaman sekarang, saat dunia seperti lomba siapa paling tampil, pesan Imam Ali terasa makin nendang. Kesombongan sering diberi panggung, tapi panggungnya rapuh. Sedikit guncangan, roboh juga.

Karena itu, menjaga akal tetap jernih dan hati nurani tetap nyala adalah investasi paling aman. Tidak membuat kita melayang kalau dipuji, dan tidak membuat kita ambruk kalau dikritik.

Dan ujung-ujungnya?

Orang yang paling banyak belajar, paling kuat berkembang, dan paling mudah diterima di mana pun bukanlah yang paling keras suaranya. Melainkan yang paling tahu diri dan paling jauh dari kesombongan.

Hidup memang penuh drama, tapi jangan biarkan kita jadi pemeran utamanya di episode “Kesombongan Menjerumuskan”.

*Penulis adalah Direktur Jakarta Institute

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya