Berita

Dirjen Bimas Islam Kemenag, Abu Rokhmad, di sela gelaran MHQ Disabilitas Netra Internasional 2025 di Tangerang, Sabtu 6 Desember 2025 (RMOL/Reni Erina)

Nusantara

MHQ Disabilitas Netra Internasional Diharapkan Jadi Agenda Rutin Global

MINGGU, 07 DESEMBER 2025 | 00:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Ajang perdana dan bersejarah Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ) Disabilitas Netra Internasional 2025 telah mencapai puncaknya.  Namun semangat dan dampaknya diharapkan tidak berhenti di sini.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI menyampaikan harapan besar agar kompetisi global ini dapat menjadi agenda rutin di masa depan.

Harapan ini disampaikan oleh Dirjen Bimas Islam Kemenag Abu Rokhmad di sela gelaran MHQ Disabilitas Netra Internasional 2025 di Tangerang, Sabtu 6 Desember 2025.


Ia menegaskan Indonesia bangga menjadi tuan rumah perhelatan internasional pertama ini. Menurutnya,  berhasilan MHQ ini membuka jalan bagi kolaborasi yang lebih berkelanjutan.

Kemenag RI secara aktif sedang mengusulkan kepada Muslim World League (MWL), mitra utama penyelenggara, agar MHQ bergengsi ini dapat dilaksanakan secara periodik,  misal  dua atau tiga tahun sekali.

"Kami berharap nanti di tingkat nasional juga bisa kami laksanakan,” kata Abu Rokhmad.

Lebih dari sekadar melaksanakan hafalan (taqlid), Abu Rokhmad  mendorong adanya pengembangan di tingkat nasional. 

Ke depan, ajang MHQ nasional diharapkan dapat diperkaya dengan penambahan cabang Tilawah (Seni Baca Al-Qur'an). Hal ini bertujuan untuk menyelaraskan dengan brand nasional Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

Dengan adanya event internasional yang rutin, Indonesia dapat mempersiapkan dan mengkader calon peserta yang akan berkompetisi di kancah global dengan lebih matang," katanya.

MHQ Disabilitas Netra Internasional 2025 merupakan inisiatif pertama yang lahir dari kerja sama Kemenag RI dan MWL.

Ajang ini dibuka sejak 3 Desember 2025, bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional, dan  hingga 7 Desember 2025.

Tercatat ada 140 peserta tunanetra dari berbagai negara. Sebanyak 15 peserta terbaik dari 12 negara berhasil tampil di grand final.

Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya