Berita

Publika

Banjir Aceh, Untungnya Masih Ada Harapan

SABTU, 06 DESEMBER 2025 | 11:14 WIB | OLEH: SALAMUDDIN DAENG

UNTUNGNYA jalan raya dari Banda Aceh hingga lokasi terjauh dari Ibu kota yang dapat ditempuh jalur darat kondisinya masih bagus. Meski ada kerusakan kecil badan jalan di sana sini namun tidak terlalu significant. Ada jembatan yang terputus namun masih bisa berbelok ke jalan kampung sebelum terputus sama sekali di Kabupaten Bireun. 

Jalan raya di Aceh lumayan bagus dibandingkan propinsi lain di tanah air. Ini adalah hasil dari angaran Otsus dan dan dana APBA yang lumayan besar. Dana pusat dan daerah ini yang menumbuhkan industri yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur Aceh. Selain itu pasca Tsunami Aceh jalan jalan dibangun dengan bagus dengan standar yang baik. Pengusaha besar dan menengah aceh tumbuh sebagai pengusaha kontraktor yang hebat. 

Sepanjang perjalanan darat selama 4,5 jam dengan kecepatan rata rata 80 km per jam dari Banda Aceh menuju Bireuen kondisi jalan darat masih cukup baik. Perjalanan melewati daerah Kabupaten yang terdampak bencana sangat parah yakni Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya hingga kebupaten Bireuen masih dapat ditempuh jalur darat dengan lancar. Ada kemacetan sedikit karena ada pembagian sembako di pinggir jalan baik yang dilakukan para relawan maupun pemerintah.


Perjalanan dari Banda Aceh  sampai ke Bireuen sekitar 250 km melewati Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya. Aktivitas di wilayah terdampak bencana parah yakni Pidie dan Pidie Jaya, aktifitas  ekonomi  masyarakat pedagang mulai berangsur angsur pulih. Sebagian masih membersihkan toko toko mereka, aktifitas perdagangan sudah mulai hidup sekitar 20-30%, pasar dan warung mulai rame.

Kabupaten Pidie, Pidie Jaya dan Kabupaten Bireuen adalah kabupaten terdampak banjir yang sangat parah selain Lhokseumawe dan Aceh Tengah. Sungai sungai pindah haluan, yang tadinya kampung atau desa berubah menjadi sungai. Rumah rumah penduduk banyak yang terkubur oleh metrial yang dengan cepat mengeras. Di Bireuen puluhan rumah rumah hilang atau hanyut terbawa banjir. 

Perjalanan menuju wilayah terjauh yang dapat ditempuh jalur darat dari Banda Aceh yakni Kabupaten Bireuen, ada dua jembatan yang terputus yang satu menuju Lhokseumawe dan yang satu lagi menuju ke Takengon. Untuk sementara pengangkutan orang dan barang ke Takengon mengunakan jembatan tali gantung untuk menyebrangkan orang dan barang. Jika kedua jembatan ini dapat dituntaskan perbaikannya, maka kondisi akan sangat membantu menjangkau wilayah bencana terparah lainnya. 

Pemerintah sedang membangun jembatan Bailey sebagai jembatan sementara dan alat alat berat serta kebutuhan lainnya telah  dikerahkan ke lokasi tersebut. Sementara jembatan yang menghubungkan ke arah lhoksemawe juga demikian, walau sementara masih menggunakan perahu.

Masyarakat Aceh luar biasa, tidak larut dalam kesedihan, wajah ibu ibu Aceh bagaikan benteng yang kokoh. Mereka tetap bersemangat menghadapi tantangan yang makin besar di depan mata, rumah mereka yang terkubur dengan materail yang berat dan mengering, rumah mereka yang hanyut dan harus segera ada penggantinya, ada masalah besar terkait air bersih dan sanitasi. Ada ancaman besar wabah dan penyakit, sehingga bukan hanya makanan, pakaian dan air bersih yang diperlukan tapi juga obat obatan dan bantuan medis yang banyak. Mereka, rakyat Aceh menunggu dengan doa yang tidak putus.

Penulis adalah Direktur Asosiasi Ekonomi dan Politik Indonesia (AEPI)


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya