Berita

Deputi Bidang Pengkajian Keselamatan Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) Haendra Subekti di kantornya, Jakarta, Kamis, 4 Desember 2025. (Foto; RMOL/Abdul Rouf Ade Segun)

Nusantara

Bapeten Pastikan Produk Terkontaminasi Radioaktif Dimusnahkan

KAMIS, 04 DESEMBER 2025 | 18:41 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) menegaskan bahwa fasilitas pabrik yang sempat terkait temuan bahan pangan terkontaminasi radioaktif telah dinyatakan bersih dan aman untuk beroperasi. 

Deputi Bidang Pengkajian Keselamatan Bapeten, Haendra Subekti, memastikan proses penelusuran dan pemeriksaan teknis telah dilakukan secara menyeluruh.

“Pabriknya sudah bersih. Tinggal produk yang terkontaminasi saja yang nanti perlu dimusnahkan,” kata Haendra dalam Media Gathering di Kantor Bapeten, Jakarta Pusat, Kamis, 4 Desember 2025.


Sebelumnya, Bapeten mendeteksi kontaminasi radioaktif pada produk cengkeh yang berasal dari Lampung dan sempat berada di fasilitas pengolahan di Surabaya. 

Haendra menjelaskan beberapa perusahaan yang terkait dengan rantai pasok bahan tersebut telah mengajukan permohonan surat keterangan kebersihan dari Bapeten. 

Surat tersebut diperlukan sebagai bukti kesiapan operasional dan persyaratan keamanan perdagangan.

“Itu kita layani, untuk memberikan keyakinan kepada publik bahwa fasilitas tidak terkontaminasi,” pungkasnya.


Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya