Berita

Fotokopi ijazah S1 Kehutanan Presiden ke-7 RI Joko Widodo. (Foto: Istimewa)

Politik

Berpeluang Perang Nuklir jika Ijazah Jokowi Dibuka

KAMIS, 04 DESEMBER 2025 | 05:15 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Isu keaslian ijazah alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) atas nama Joko Widodo sudah terlalu lama dibiarkan berkembang di ruang publik tanpa penyelesaian yang jelas. Karena ijazah asli Presiden RI periode 2014-2024 itu belum pernah dipamerkan di muka umum.

Peneliti media dan politik Buni Yani bahkan nyaris patah arang dengan banyaknya upaya yang dilakukan sejumlah pihak agar ijazah asli Jokowi diperlihatkan, namun selalu menemui jalan buntu.

"Ruwet ruwet ini. Bisa terjadi perang nuklir kalau ijazahnya dibuka," tulis Buni Yani melalui akun Facebook pribadinya, dikutip Kamis 4 Desember 2025.


Salah satu yang disorot Buni Yani adalah sengketa terkait keaslian ijazah Jokowi di Komisi Informasi Pusat (KIP). Dalam sidang KIP, pihak penggugat menilai bahwa ijazah yang ditampilkan ke publik tidak bisa diuji keasliannya secara penuh karena beberapa bagian penting telah diburamkan. 

Bagian yang disamarkan tersebut meliputi Nomor Ijazah, NIM, tanggal lahir, hingga tanda tangan pejabat kampus. Tanpa informasi ini, menurut mereka, dokumen tersebut kehilangan nilai autentik dan sulit dijadikan bukti yang sah.

Sebelumnya, Jokowi diketahui tidak pernah menghadiri sidang terkait kasus dugaan ijazah palsu, padahal sebelumnya ia pernah mengaku siap menjalani sidang dan menunjukkan ijazahnya di pengadilan.

Di antarana ayah Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka itu absen dalam sidang mediasi gugatan Citizen Lawsuit (CLS) terkait dugaan ijazah palsu di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta, Selasa 21 Oktober 2025.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya