Berita

Wakil Ketua Komisi XIII DPR Sugiat Santoso. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Pemerintah Didesak Tindak Tegas Korporasi Terlibat Pembalakan Liar

RABU, 03 DESEMBER 2025 | 17:45 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Wakil Ketua Komisi XIII DPR Sugiat Santoso meminta pemerintah bersikap tegas terhadap para pihak, khususnya korporasi yang terbukti melakukan kejahatan lingkungan atau illegal logging. Ketegasan pemerintah diperlukan untuk memberi efek jera terhadap para pelaku.

"Saya berharap juga pemerintah pusat tegas terkait dengan penegakan hukum atas kejahatan lingkungan. Seperti mana-mana perusahaan-perusahaan (yang terlibat)," kata Sugiat kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 3 Desember 2025.

Legislator dari Fraksi Partai Gerindra itu juga menyinggung data yang disampaikan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terkait daftar perusahaan yang melakukan illegal logging atau pembalakan hutan liar.


Menurut Sugiat, tidak ada alasan pemerintah untuk tidak menghukum para pelaku illegal logging. Apalagi, kata dia, dampak banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Sumatera cukup luas dan memprihatinkan.

"Kemarin kan kita sudah dapat informasi dari media bahwa Kementerian Kehutanan sudah punya data mana-mana perusahaan yang dianggap melakukan illegal logging atau pembalakan liar. Saya pikir ya tegas saja dilakukan proses secara hukum," jelasnya.

"Supaya menimbulkan efek jera dan tata kelola lingkungannya ke depan juga harus lebih pro terhadap pelestarian lingkungan," tegas dia.

Sebelumnya, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengungkap ada delapan perusahaan yang beroperasi di kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru, Sumatera Utara. Kedelapan perusahaan itu bakal dipanggil untuk dimintai penjelasan.

Pemanggilan juga dilakukan untuk menelusuri asal kayu yang terbawa arus banjir di wilayah tersebut. Sayangnya, Hanif masih enggan mengungkap identitas dari kedelapan korporasi tersebut.

"Ada delapan yang berdasarkan analisa citra satelit kami berkontribusi memperparah hujan ini. Jadi, kami sedang mendalami dan saya sudah minta di Deputi Gakkum untuk melakukan langkah-langkah cepat dan terukur," kata Hanif di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu, 3 Desember 2025.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Demokrasi Matang dan Tonggak Sejarah Baru di Maroko Pasca-Pemilu 2026

Rabu, 30 September 2026 | 10:27

Komisi IX DPR Dorong Pekerja Platform Digital Masuk RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

Rabu, 30 September 2026 | 10:18

Rupiah Menguat, Intip Proyeksinya Hari Ini

Rabu, 30 September 2026 | 10:07

Prabowo Dorong Rehabilitasi Pengguna Narkoba Berbasis Pendidikan dan Teknologi

Rabu, 30 September 2026 | 10:04

Trump Ganti Istilah AI jadi Super Intelligence

Rabu, 30 September 2026 | 09:50

Dugaan Suap Bela Parahiyangan Investindo Mirip Perkara Summarecon

Rabu, 30 September 2026 | 09:39

Jokowi Sengaja Tunjukkan KTA PSI di Kandang Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 09:36

Jokowi Menyadari Dirinya dan Gibran Sedang Diserang

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Indonesia Usulkan Mekanisme Koordinasi Lintas Negara Berantas Penipuan Daring

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau

Rabu, 30 September 2026 | 09:27

Selengkapnya