Berita

Hakim Mahkamah Konstitusi Arsul Sani bersama ulama Ahmad Bahauddin Nursalim alias Gus Baha. (Foto: Istimewa)

Politik

Arsul Sani Tak Ingin Cari Dalang Tuduhan Ijazah Palsu

SELASA, 02 DESEMBER 2025 | 01:43 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Setelah menunjukkan ijazah doktoralnya, kehidupan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arsul Sani tidak banyak berubah. Ia tetap terbuka, baik secara sosial maupun di lingkungan kerja. 

"Saya tidak ada yang berubah dalam sehari-hari. Juga tidak menutup lingkungan sosial ataupun di MK," kata Arsul Sani kepada wartawan, Senin 1 Desember 2025.

Bagi Arsul, polemik ijazah ini cukup diambil hikmahnya saja, tanpa perlu berburuk sangka kepada siapapun. Ia juga tak berpikir untuk membalasnya. 


"Saya tetap ingin menjaga prasangka baik (husnuzan) kepada semuanya, dan tidak ingin menyusahkan diri dengan mencari-cari pihak yang mau menjatuhkan, apalagi membalasnya," kata Arsul.

Sebagai orang yang dibesarkan di lingkungan Nahdliyyin, Arsul menganggap serangan seperti itu sebagai bagian dari cobaan hidup. Ia bersyukur sejumlah ulama atau kiai Nahdlatul Ulama (NU) turut menguatkan dirinya dengan mengajarkan doa dan wirid tertentu. 

Menurutnya, sudah biasa di lingkungan NU jika ada seseorang tengah mendapatkan ujian atau memang punya hajat tertentu kemudian 'diijazahi' wirid dan doa tertentu. 

"Saya bersyukur, ada ulama atau kiai NU yang turut menguatkan dan membesarkan hati saya agar tetap lapang, sehingga tidak down hati dan pikiran," kata Arsul.

Selain para ulama, Arsul mengaku, ibunya turut menjadi pihak yang terus menguatkannya. Ibunya terus berpesan agar dirinya menerima segala ujian hidup dengan hati lapang, dan berserah pada Allah SWT.

"Beliau yang paling utama menguatkan saya. Beliau berpesan agar semuanya diserahkan kepada Allah SWT," pungkas Arsul.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya