Berita

Warga Gaza di Reruntuhan (Foto: AA)

Dunia

Korban Tewas di Gaza Tembus 70.100

MINGGU, 30 NOVEMBER 2025 | 15:19 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Korban tewas akibat perang berkepanjangan di Gaza kembali meningkat tajam. 

Kementerian Kesehatan Gaza pada Minggu, 30 November 2025 mengumumkan bahwa jumlah korban jiwa telah melampaui 70.000 orang, meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak bulan lalu. 

“Setidaknya 70.100 orang telah terbunuh sejak Israel melancarkan perang lebih dari dua tahun lalu,” demikian pernyataan kementerian tersebut, seraya menambahkan bahwa lebih dari 170.900 warga lainnya terluka akibat agresi yang terus berlangsung.


Kementerian Kesehatan Gaza juga menyebut bahwa sejak gencatan senjata mulai diberlakukan pada 10 Oktober, masih terjadi rentetan pelanggaran yang menewaskan 354 warga Palestina. 

“Kenaikan angka korban sebagian berasal dari proses verifikasi terhadap 299 jenazah yang baru disahkan oleh otoritas terkait,” kata pihak kementerian, seperti dimuat National News. 

Sementara itu, Israel dan Hamas saling menuduh pihak lain melanggar ketentuan gencatan senjata tersebut.

Di tengah situasi rapuh itu, pembicaraan mengenai tahap kedua kesepakatan gencatan senjata terus berlangsung. Negosiasi ini mencakup isu paling sensitif, termasuk perlunya perlucutan senjata Hamas serta pembentukan komite teknokrat Palestina independen yang akan mengelola administrasi harian Gaza. 

Hamas hingga kini masih menahan dua dari 28 jenazah sandera yang dilaporkan meninggal dalam tahanan.

Kondisi kemanusiaan di Gaza tetap memburuk meski pertempuran mereda. Pengiriman bantuan yang lambat, banjir, dan musim dingin memperburuk penderitaan warga. 

Unicef memperingatkan bahwa tingginya tingkat malnutrisi terus mengancam nyawa ribuan anak di wilayah itu. 

“Kisah penderitaan ini belum berakhir, bahkan di tengah gencatan senjata,” tulis lembaga itu dalam pernyataan terbarunya.

Peningkatan jumlah korban tewas ini bertepatan dengan Hari Internasional Solidaritas untuk Rakyat Palestina pada 29 November.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

UPDATE

Serangan terhadap Konvoi Pasukan UNIFIL di Lebanon Tewaskan Dua Personel

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:53

Mantan Dirjen PHU Hilman Latief Diduga Terima Duit Ribuan Dolar AS

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:36

Sejumlah Kades di Lebak Ngadu ke DPR Minta Segera Wujudkan DOB

Selasa, 31 Maret 2026 | 01:10

Maktour Raup Rp27,8 Miliar dari Permainan Kuota Haji

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:55

Pengorbanan TNI Bukti Nyata Komitmen Indonesia Jaga Perdamaian Dunia

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:41

Mantan Anak Buah Yaqut Diduga Terima 436 Ribu Dolar AS

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:14

Serangan Israel ke Pasukan UNIFIL Pelanggaran Serius Resolusi DK PBB

Selasa, 31 Maret 2026 | 00:01

Tim Garuda Gigit Jari Usai Ditekuk Bulgaria 0-1

Senin, 30 Maret 2026 | 23:33

Kader PDIP Siap Gotong Royong Bantu Keluarga Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Senin, 30 Maret 2026 | 23:17

DKI Siap Hadirkan Zebra Cross Standar di Jalan Soepomo Tebet

Senin, 30 Maret 2026 | 22:47

Selengkapnya