Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Nusantara

Nelayan Tradisional Keluhkan Pasokan Solar Usai Banjir Aceh-Sumut

MINGGU, 30 NOVEMBER 2025 | 04:29 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara dan Aceh berdampak serius pada pasokan bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar. 

Kondisi ini dikeluhkan para nelayan tradisional yang mengaku kesulitan memperoleh solar di SPBU selama sepekan terakhir.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (DPW KNTI) Sumatera Utara, M. Isa Al-Basir, mengungkapkan bahwa kuota solar di berbagai SPBU berkurang drastis sejak bencana terjadi.


“Nelayan kesulitan mengakses solar, kondisinya di SPBU kuotanya berkurang. Barangkali ini dampak dari bencana banjir, sehingga distribusi BBM ke sejumlah SPBU dan SPBUN tempat dimana nelayan mengakses BBM terdampak. Seperti di Kota Medan, kemungkinan pasokan dari Dumai tidak bisa masuk ke SPBU terdekat dengan kampung nelayan karena akses jalan rusak dan terputus,” ujar Basir dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu malam, 29 November 2025.

Selain distribusi darat yang terhambat, jalur laut juga terganggu. Gelombang tinggi menyebabkan kapal-kapal pengangkut BBM tidak dapat bersandar di sejumlah pelabuhan di Sumatera Utara.

Basir menambahkan, cuaca ekstrem beberapa hari terakhir tidak hanya mengganggu suplai BBM, tetapi juga meningkatkan risiko keselamatan nelayan. Ia mencontohkan insiden di Labuhanbatu Utara, di mana salah satu anggota KNTI mengalami kecelakaan setelah kapalnya karam akibat hantaman gelombang.

“Begitupun di Deli Serdang kapal nelayan tenggelam, ataupun di Pangkalan Brandan Langkat kapal nelayan hanyut oleh ombak hingga ke Serdang Bedagai. Nasib sama juga bagi nelayan kecil di Batubara, alhasil mereka memilih untuk tidak melaut,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Kesatuan Pelajar Pemuda dan Mahasiswa Pesisir Indonesia (KPPMPI), Hendra Wiguna, menilai bahwa persoalan sulitnya akses nelayan kecil terhadap BBM bersubsidi merupakan masalah lama yang belum terselesaikan.

Menurutnya, minimnya infrastruktur Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum untuk Nelayan (SPBUN) serta hambatan distribusi dari Terminal BBM (MOR Pertamina) ke Kampung Pesisir membuat nelayan semakin bergantung pada pengecer.

“Persoalan BBM subsidi terutama solar masih menjadi PR besar sejak dahulu. Akibatnya, nelayan terpaksa membeli ke pengecer dengan harga Rp10.000-15.000 per liter, yang penting mereka bisa melaut,” jelas Hendra.

Ia menegaskan pentingnya keberadaan SPBUN di lebih dari 12 ribu desa pesisir di seluruh Indonesia agar nelayan kecil mendapatkan akses solar bersubsidi secara merata dan terjangkau.


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Dilema Kelas Menengah dan Bawah di Dua Tahun Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:31

Lewat Surat Terbuka, Forum Guru Besar Indonesia Desak Gibran Mundur dari Wapres!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:20

Prabowo Berbelasungkawa atas Wafatnya Jenderal TNI Purn Subagyo

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:17

Harga Emas Antam Ambruk, Termurah Dijual Rp1,33 Juta

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:13

Sempat Dirumorkan Meninggal, Kim Jong-un Muncul di Pameran Mode Korut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 10:03

Muslim Arbi Apresiasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Swasembada Beras Jadi Prestasi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:59

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Rupiah Bergerak ke Rp18.023 per Dolar AS

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:49

Komisi II DPR Desak HGU Perusahaan Pembakar Hutan Dicabut

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:44

BEI Pastikan Saham HSC Tetap Diperdagangkan, Hanya Dicoret dari Hitungan IHSG

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:40

IHSG Dibuka Merah, Dua Menit Perdagangan Langsung Lompat 1,8 Persen

Selasa, 20 Oktober 2026 | 09:22

Selengkapnya