Berita

Material kayu yang terbawa arus saat banjir bandang di Kota Padang (Foto: BNPB)

Nusantara

Update Korban Banjir Bandang Sumatera: 174 Orang Meninggal

SABTU, 29 NOVEMBER 2025 | 08:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sumatra dilanda bencana besar. Banjir bandang dan longsor menerjang tiga provinsi; Sumatra Utara, Aceh, dan Sumatra Barat, yang mengakibatkan putusnya jalur darat utama dan menelan ratusan korban jiwa.

Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, melaporkan angka korban hingga Jumat malam 28 November 2025 sangat memprihatinkan:

Sumatra Utara menjadi yang paling banyak memakan korban jiwa yakni hingga 116 orang dan 42 lainnya masih dinyatakan hilang. 


Korban tersebar di beberapa wilayah, di antaranya Tapanuli Utara sebanyak 11 orang, Tapanuli Tengah 51 orang, Tapanuli Selatan 32 orang, Kota Sibolga 17 orang, Humbang Hasundutan 6 orang, Kota Padang Sidempuan 1 orang, serta Pakpak Barat 2 orang.

"Per hari ini kami mendata korban meninggal dunia 116 dan 42 masih dalam pencarian. Tentu saja data ini akan berkembang terus masih ada titik-titik yang belum ditembus. Yang diindikasikan di lokasi longsor itu mungkin juga ada korban jiwa," ungkap Suharyanto melalui pernyataan yang dirilis BNPB, dikutip redaksi di Jakarta, Sabtu 29 November 2025. 

Di Aceh, korban tersebar di 20 kabupaten/kota, memaksa 4.846 KK mengungsi. Sementara di Sumatra Barat, 23 orang meninggal dan 3.900 KK mengungsi, dengan lima jembatan hancur dan jalur nasional Bukittinggi-Padang terputus longsor.

"Data ini akan berkembang terus. Masih ada titik-titik yang belum ditembus, yang diindikasikan mungkin juga ada korban jiwa," ungkap Suharyanto. 

Di Sumatra Barat, BNPB mencatat korban meninggal dunia mencapai 23 orang, sementara itu 12 orang hilang dan 4 lainnya luka-luka. Para korban ini tersebar di beberapa wilayah seperti Padang Panjang, Tanah Datar, Agam, Kota Padang, serta Pasaman Barat.

Beberapa wilayah melaporkan titik pengungsian, di antaranya 50 titik di Pesisir Selatan, 3 titik di Kota Padang, dan beberapa titik lain di Kabupaten Solok, Pasaman, dan Tanah Datar. Jumlah total sementara pengungsi ada 3.900 KK.

BMKG menyebut bencana ini dipicu oleh fenomena tak lazim: Siklon Tropis Senyar. Siklon ini menyebabkan curah hujan ekstrem disertai angin kencang di tiga wilayah, memicu banjir bandang, longsor, dan bahkan gelombang tinggi di Selat Malaka.

"Fenomena seperti Siklon Tropis Senyar tergolong tidak umum di wilayah perairan Selat Malaka, apalagi jika sampai melintasi daratan," kata Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani.

Pemerintah terus berupaya keras menyalurkan bantuan darurat dan menggunakan teknologi seperti Starlink untuk mengatasi putusnya jaringan telekomunikasi di lokasi bencana.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya