Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Rotasi Kilat Kejaksaan Tuai Kritik: Tidak Boleh Berdasarkan Blok Kepentingan!

JUMAT, 28 NOVEMBER 2025 | 14:40 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Rotasi cepat terhadap sejumlah pejabat kejaksaan menuai kritik.  Bagaimana tidak, Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin atau ST Burhanuddin telah merombak struktur pejabatnya melalui Keputusan Jaksa Agung Nomor 1043 Tahun 2025 pada 18 November 2025. 

Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Indonesia, Ray Rangkuti, menilai bahwa rotasi jabatan Jaksa sejatinya harus dilakukan berdasarkan empat hal. Pertama, ketentuan yang berlaku. Kedua, karena promosi. Ketiga, sanksi etik, dan terakhir, mengisi kekosongan.

“Dalam Bahasa lain, rotasi tidak boleh dilakukan berdasarkan blok kepentingan, dukung mendukung apalagi berdasarkan kesukaan,” tegas Ray kepada RMOL sesaat lalu, Jumat, 28 November 2025. 


Kejaksaan, kata Ray, harus menghindari sebab-sebab yang berpotensi menyebabkan rusaknya sistem rotasi dalam instansi kejaksaan. Sebab sejauh ini, nama kejaksaan sudah cukup ‘harum’ di tengah masyarakat. 

“Apalagi perhatian mereka yang luas terhadap isu korupsi. Aktivitas mereka yang tinggi dalam pemberantasan korupsi sudah mendapat apresiasi yang bagus dari masyarakat,” kata Aktivis 98 jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini. 

Atas dasar itulah, Ray menilai Kejaksaan harus  menjaga kepercayaan publik yang semakin tinggi terhadap gedung bundar. 

“Dengan menciptakan instansi kejaksaan yang mendahulukan prinsip-prinsip meritokrasi dan profesionalisme dalam rotasi jabatan di Kejaksaan,” pungkasnya. 

Dalam keputusan terbaru Jaksa Agung, terdapat 12 jaksa yang mengalami pergeseran posisi. Beberapa di antaranya bahkan belum genap beberapa bulan menjabat.

Di antaranya Saiful Bahri Siregar, yang baru 16 hari menjabat Wakajati Sultra, kini dipindah menjadi Wakajati Jatim. Hari Wibowo, yang baru empat bulan menjabat Wakajati Jatim, digeser menjadi Direktur A di Jampidum. 
Lalu I Putu Gede Astawa, yang baru menerima jabatan Wakajati Bali pada 17 Juli, belum sampai akhir tahun sudah digeser menjadi Direktur III bidang Intelijen.

Nasib serupa dialami Sunarwan. Baru empat bulan menduduki posisi Wakajati Papua, ia kini dipindah menjadi Wakajati Bali. Jefferdian, yang baru menjabat Direktur Pertimbangan Hukum sejak Oktober, pada November digeser menjadi Kajati Papua. Irene Putrie, yang baru empat bulan menjabat Wakajati Kepri, juga dipindah menjadi Direktur Pertimbangan Hukum. 

Sementara Diah Yuliastuti, yang baru empat bulan menjadi koordinator di bidang Datun, kini mengisi posisi Wakajati Kepri.

Rotasi paling kilat terjadi pada Ardiansyah. Baru dilantik 13 Oktober sebagai Inspektur Muda Keuangan, ia langsung dipindahkan menjadi koordinator di bidang Intelijen.

Dengan rentetan rotasi dalam waktu sangat singkat itu, perdebatan mengenai efektivitas, konsistensi, dan arah pembinaan karier di tubuh kejaksaan diprediksi masih akan terus berlanjut.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya