Berita

Karikatur mantan Presiden Peru Pedro Castillo. (Foto: AI)

Dunia

Pedro Castillo Divonis Penjara 11 Tahun Lebih

JUMAT, 28 NOVEMBER 2025 | 13:10 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pengadilan Peru menjatuhi hukuman terhadap mantan Presiden Pedro Castillo dengan penjara lebih dari 11 tahun pada Kamis, 27 November 2025.

Dilansir dari Al Jazeera, Castillo juga dijatuhi sanksi berupa diskualifikasi selama dua tahun dari jabatan publik.

Kasus ini bermula dari tindakan Castillo pada 7 Desember 2022 secara sepihak mengumumkan pembubaran kongres dan menetapkan keadaan darurat nasional. Kongres langsung memecat Castillo dan polisi menangkapnya pada hari yang sama.


Kasusnya berawal dari rangkaian sidang pemakzulan yang ia hadapi hingga berujung dakwaan pemberontakan dan konspirasi atas dugaan perebutan kekuasaan.

Jaksa menilai Castillo mencoba merusak konstitusi, meski sempat dibantah Castillo.

Vonis ini mengakhiri perjalanan sidang yang telah berlangsung selama sembilan bulan hingga memicu ketegangan politik Peru, termasuk memicu aksi protes yang menewaskan 50 orang dan berujung pemakzulan Presiden Dina Boluarte.

Castillo sebelumnya dikenal sebagai “presiden kaum miskin” pertama Peru. Kini, masa jabatannya hanya bertahan 16 bulan.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Miliki Segudang Prestasi, Banu Laksmana Kini Jabat Kajari Cimahi

Jumat, 26 Desember 2025 | 05:22

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

UPDATE

Lima Penyidik Dipromosikan Jadi Kapolres, Ini Kata KPK

Senin, 05 Januari 2026 | 12:14

RI Hadapi Tantangan Ekonomi, Energi, dan Ekologis

Senin, 05 Januari 2026 | 12:07

Pendiri Synergy Policies: AS Langgar Kedaulatan Venezuela Tanpa Dasar Hukum

Senin, 05 Januari 2026 | 12:04

Pandji Pragiwaksono Pecah

Senin, 05 Januari 2026 | 12:00

Tokoh Publik Ikut Hadiri Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:58

Tak Berani Sebut AS, Dino Patti Djalal Kritik Sikap Kemlu dan Sugiono soal Venezuela

Senin, 05 Januari 2026 | 11:56

Asosiasi Ojol Tuntut Penerbitan Perpres Skema Tarif 90 Persen untuk Pengemudi

Senin, 05 Januari 2026 | 11:48

Hakim Soroti Peralihan KUHAP Baru di Sidang Nadiem Makarim

Senin, 05 Januari 2026 | 11:44

Akhir Petrodolar

Senin, 05 Januari 2026 | 11:32

Kuba Siap Berjuang untuk Venezuela, Menolak Tunduk Pada AS

Senin, 05 Januari 2026 | 11:28

Selengkapnya