Berita

Diskusi bertema “Mengawal Percepatan Pembangunan dan Ekonomi Madura” digelar di Pendopo Keraton Sumenep, Rabu, 26 November 2025. (Foto: Dokumentasi Kamura)

Bisnis

KEK Tembakau Madura Bakal Sehatkan Ekonomi Petani

JUMAT, 28 NOVEMBER 2025 | 03:20 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Langkah Komunitas Muda Madura (Kamura) menyusun Naskah Akademik Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura terus berlanjut. 

Setelah menggelar diskusi di Surabaya, Pamekasan, dan Bangkalan, Kamura kali ini menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumenep dan BEM Universitas Bahaudin Mudhary (Uniba). 

Diskusi bertema “Mengawal Percepatan Pembangunan dan Ekonomi Madura” digelar di Pendopo Keraton Sumenep, Rabu, 26 November 2025. 


Sejumlah tokoh Madura dihadirkan, seperti Achsanul Qosasi, Sekretaris Bakorwil IV Jawa Timur Muhyi, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sumenep Moh. Ramli, serta Ketua PWI Jawa Timur Lutfil Hakim.
 
Dalam paparannya, Achsanul Qosasi menguraikan ketimpangan kebijakan nasional terhadap Madura yang selama ini menjadi salah satu produsen tembakau terbesar Indonesia. 

Kontribusi Madura terhadap penerimaan negara dari cukai hasil tembakau yang besar, tidak diimbangi dengan aliran manfaat yang adil bagi masyarakat.
 
“Madura memberikan kontribusi Rp79 triliun kepada penerimaan negara. Pertanyaannya, berapa yang kembali ke Madura? Rp198 miliar tahun 2024. Adilkah kebijakan ini?” ujar Achsanul dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis malam, 27 November 2025.

Madura, sambungnya, berhasil mencatatkan 50 ribu ton tembakau per 2025. Angka ini sama dengan 43 persen produksi tembakau nasional. Untuk itu, sudah sewajarnya Madura mendapatkan kebijakan khusus yang mampu mengembalikan nilai tambah bagi petani dan masyarakat.
 
“Sehingga inilah yang kita minta ke pemerintah agar dibuatkan kawasan ekonomi khusus tembakau. Artinya, biar kami itu bisa menanam tembakau dengan baik, harganya layak,” jelasnya.
 
Ketua PWI Jawa Timur, Lutfil Hakim turut menguatkan argumentasi bahwa KEK Tembakau. Menurutnya, keberlanjutan suplai tembakau nasional sangat ditentukan oleh kesehatan ekonomi petani Madura. 

“Karena semangat utama di balik terbentuknya KEK adalah untuk menjaga keberlanjutan budidaya tembakau Madura,” kata Lutfil.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya