Berita

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono. (Foto: Dok. Universitas Bakrie)

Politik

Wisuda Universitas Bakrie

Lulus Kuliah Awal Langkah Berkontribusi pada Masyarakat

RABU, 26 NOVEMBER 2025 | 18:12 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Lulus dari perguruan tinggi bukan akhir langkah akademik. Tetapi, menjadi awal bagi mahasiswa untuk berkontribusi pada masyarakat dengan keilmuannya.

Begitu dikatakan Rektor Universitas Bakrie  Prof. Sofia W. Alisjahbana dalam Wisuda Pascasarjana dan Sarjana ke-XV di Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Mengusung tema “Kebersamaan untuk Kemanfaatan Indonesia Maju”, sebanyak 808 lulusan dari program sarjana dan pascasarjana dikukuhkan dalam upacara yang dihadiri tokoh-tokoh nasional dari unsur pemerintahan, industri, dan pendidikan.


Acara wisuda ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2020–2024, Sandiaga serta Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie. 

“Wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari babak baru kehidupan. Bangsa Indonesia menunggu karya-karya dan kontribusi Anda” tegas Prof. Sofia dalam keterangan tertulis, Rabu 26 November 2025.

Ia juga menekankan pentingnya karakter lulusan yang tidak hanya berorientasi pada kesuksesan personal, tetapi memiliki nilai kemanfaatan bagi masyarakat luas. 

“Gunakanlah ilmu yang Saudara peroleh untuk menjawab tantangan zaman dengan integritas, ketulusan, dan niat memberi manfaat. Di mana pun Anda melangkah, jaga nama baik Universitas Bakrie” tambahnya. 

Dalam Orasi Ilmiah, Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menekankan bahwa generasi Indonesia saat ini hidup di tengah dunia yang penuh peluang sekaligus disrupsi. 

Ia menyampaikan bahwa keberhasilan di masa depan tidak ditentukan semata oleh kekuatan fisik maupun keunggulan teknis, tetapi oleh kemampuan beradaptasi di tengah dinamika geopolitik, ekonomi, teknologi, demografi, dan krisis iklim. 

“Bangsa yang menang bukanlah yang terkuat, tetapi yang paling adaptif,” ujar AHY.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya