Berita

Gedung Bursa Efek Indonesia (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Kilas Balik Pasar Sepekan (17-21 November 2025): Ketidakpastian Global dan Stabilitas Domestik

SENIN, 24 NOVEMBER 2025 | 07:29 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup pekan kemarin, Jumat 21 November 2025 dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di posisi 8.414. Meskipun ada sedikit koreksi, posisi ini masih lebih tinggi dari pekan sebelumnya, dan pasar saham kita mencatat kabar baik dengan masuknya dana asing sebesar 235 juta Dolar AS.

Menurut analisis dari Ashmore Asset Management Indonesia, ada pergerakan kontras yang patut dicermati sepanjang pekan. 

Di pasar domestik, sektor Properti & Real Estate serta Consumer Cyclicals menjadi bintang dengan lonjakan masing-masing di atas 3,8 persen, sementara sektor Basic Materials dan Transportation & Logistics justru melemah. Dari sisi komoditas, CPO dan Batu bara unggul, namun aset berisiko tinggi seperti Bitcoin dan Indeks Hang Seng mengalami koreksi tajam.


Di tengah gejolak global, Bank Indonesia (BI) mengambil langkah konservatif dengan menahan suku bunga acuan di 4,75 persen, sebuah keputusan yang sejalan dengan ekspektasi pasar. Fokus utama BI adalah menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan mengawal transmisi penurunan suku bunga ke suku bunga kredit perbankan yang berjalan lambat. 

Ashmore menilai jeda ini bukan akhir dari siklus pelonggaran, melainkan upaya hati-hati BI di tengah dinamika pasar global.

Sementara itu, Amerika Serikat menjadi sumber ketidakpastian. Meskipun laporan kinerja perusahaan teknologi besar sempat mendorong pasar saham, data ekonomi yang dirilis justru saling bertentangan. Tingkat pengangguran naik, tetapi jumlah penciptaan lapangan kerja (`Non-Farm Payrolls`) mencatat pertumbuhan terkuat dalam lima bulan. 

Data yang ambigu ini memicu volatilitas, menekan sentimen investor, dan menggeser ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh The Fed di bulan mendatang.

Lantas, bagaimana pandangan ke depan? Ashmore menyimpulkan bahwa, meskipun pasar global bergejolak, pandangan jangka menengah tetap optimistis. Mereka meyakini siklus pemangkasan suku bunga akan berlanjut, baik oleh BI maupun bank sentral global, yang secara strategis mendukung instrumen obligasi berdurasi panjang. 

Selain itu, saham Indonesia masih dianggap menarik, didukung oleh kembalinya arus dana asing, sehingga Ashmore merekomendasikan tetap selektif pada saham-saham berkualitas di tengah peningkatan selera risiko terhadap emerging market.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lagi Sakit, Jangan Biarkan Jokowi Terus-terusan Temui Fans

Senin, 12 Januari 2026 | 04:13

Eggi-Damai Dicurigai Bohong soal Bawa Misi TPUA saat Jumpa Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 04:08

Membongkar Praktik Manipulasi Pegawai Pajak

Senin, 12 Januari 2026 | 03:38

Jokowi Bermanuver Pecah Belah Perjuangan Bongkar Kasus Ijazah

Senin, 12 Januari 2026 | 03:08

Kata Yaqut, Korupsi Adalah Musuh Bersama

Senin, 12 Januari 2026 | 03:04

Sindiran Telak Dokter Tifa Usai Eggi-Damai Datangi Jokowi

Senin, 12 Januari 2026 | 02:35

Jokowi Masih Meninggalkan Jejak Buruk setelah Lengser

Senin, 12 Januari 2026 | 02:15

PDIP Gelar Bimtek DPRD se-Indonesia di Ancol

Senin, 12 Januari 2026 | 02:13

RFCC Complex Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 01:37

Awalnya Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Diagendakan Rahasia

Senin, 12 Januari 2026 | 01:16

Selengkapnya