Berita

Penasihat khusus Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf, Charles Holland Taylor. (Foto: Dok. Baytarrahmah)

Politik

Rais Aam Pecat Penasihat PBNU Holland Taylor

MINGGU, 23 NOVEMBER 2025 | 20:52 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Penasihat khusus Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf, Charles Holland Taylor dipecat.

Holland Taylor tak lagi menjadi penasihat Yahya Cholil sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 4780/PB.23/A.II.10.71/99/11/2025 tentang Pencabutan Tanda Tangan dalam Surat Keputusan Penetapan Penasihat Khusus Ketua Umum PBNU untuk Urusan Internasional.

Pencabutan mandat tersebut sebagai tindak lanjut hasil keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU, 20 November 2025 dan berdasarkan ketentuan dalam Bab XVIII Pasal 57, 58, 61, 64, 67 Anggaran Rumah Tangga NU.


"Kami selaku Rais Aam PBNU menyatakan mencabut tanda tangan dalam Surat Keputusan PBNU Nomor 3137/PB.01/A.II.01.71/99/12/2024 tentang Penetapan Penasihat Khusus Ketua Umum PBNU untuk Urusan Internasional," bunyi surat edaran bertanda tangan Rais Aam PBNU, Miftachul Ahyar tertanggal 22 November 2025.

Holland dianggap terafiliasi dengan jejaring yang berpotensi mencederai posisi politik luar negeri PBNU.

"Iya benar, surat dari Rais Aam itu mencabut mandat Holland Taylor," kata Ketua PBNU Umarsyah kepada wartawan, Minggu, 23 November 2025.

"Kami minta seluruh pengurus mulai dari pusat hingga daerah tetap tenang dan menunggu keputusan Syuriah PBNU yang dipimpin Rais Aam Miftachul Ahyar," tambah Umarsyah.

Malam ini Yahya Cholil juga dikabarkan telah mengundang alim ulama di Kantor PBNU, Jakarta. Dikabarkan ada puluhan ulama diundang dalam agenda silaturahmi tersebut.

Yahya Cholil sebelumnya telah didesak mundur dari jabatannya sebagai Ketum PBNU. Desakan tersebut tertuang dalam risalah Rapat Harian Syuriah PBNU pada Kamis, 20 November 2025.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

AS Gempur ISIS di Suriah

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:14

Aksi Kemanusiaan PDIP di Sumatera Turunkan Tim Kesehatan Hingga Ambulans

Minggu, 11 Januari 2026 | 18:10

Statistik Kebahagiaan di Jiwa yang Rapuh

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:52

AS Perintahkan Warganya Segera Tinggalkan Venezuela

Minggu, 11 Januari 2026 | 17:01

Iran Ancam Balas Serangan AS di Tengah Gelombang Protes

Minggu, 11 Januari 2026 | 16:37

Turki Siap Dukung Proyek 3 Juta Rumah dan Pengembangan IKN

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:53

Rakernas PDIP Harus Berhitung Ancaman Baru di Jawa Tengah

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:22

Rossan Roeslani dan Ferry Juliantono Terpilih Jadi Pimpinan MES

Minggu, 11 Januari 2026 | 15:15

Pertamina Pasok BBM dan LPG Gratis untuk Bantu Korban Banjir Sumatera

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:50

Pesan Megawati untuk Gen Z Tekankan Jaga Alam

Minggu, 11 Januari 2026 | 14:39

Selengkapnya