Berita

Wamekumham era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Denny Indrayana. (Foto: Tangkapan layar)

Politik

Denny Indrayana: Jokowi Perusak Konstitusi dan Demokrasi

RABU, 19 NOVEMBER 2025 | 02:23 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Alasan utama mantan Presiden Joko Widodo alias Jokowi menolak memperlihatkan ijazah aslinya hanya dia yang bisa menjawabnya.

Demikian dikatakan Wamekumham era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Denny Indrayana dikutip dari akun Facebook pribadinya, Rabu 19 November 2025.

"Yang pasti terkait masalah ijazah, Hakim Konstitusi Arsul Sani sudah menunjukkan kadar kenegarawanannya, sedang Jokowi makin menunjukkan sikap aslinya yang cawe-cawe merusak konstitusi dan demokrasi," kata Denny.


Menurut Denny, sikap Jokowi tersebut sangat menyedihkan, karena sejarah akan mencatat bahwa Indonesia memiliki mantan presiden yang bukan negarawan. 

"Negarawan itu meletakkan kepentingan bangsa di atas kepentingan apa pun. Apalagi meletakkan kepentingan pribadi dan keluarga di atas kepentingan bangsa dan negara," kata Denny.

Denny melanjutkan bahwa masalah tidak berhenti di Jokowi saja, karena saat ini anak sulungnya, Gibran Rakabuming Raka sedang menjabat Wapres. 

"Gibran sosok yang problematik secara etikabilitas dan intelektualitas," pungkas Denny.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya