Berita

Rapat paripurna DPRD Kota Bogor. (Foto: Istimewa)

Nusantara

DPRD Kota Bogor Terima Draf RAPBD 2026, Banggar Langsung Tancap Gas

SELASA, 18 NOVEMBER 2025 | 03:37 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

DPRD Kota Bogor telah menerima draf Rancangan APBD 2026 Kota Bogor yang diserahkan langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dalam rapat paripurna.

Berdasarkan draft RAPBD 2026 yang diserahkan dan KUA-PPAS 2026 yang telah disetujui, rincian RAPBD 2026 terdiri dari Pendapatan Daerah sebesar Rp2,9 triliun, Belanja Daerah sebesar RP3 triliun, Pembiayaan Netto sebesar Rp102 miliar dan SILPA Tahun berjalan 0.

Dengan kondisi keuangan daerah yang mengalami tantangan karena adanya isu pengurangan Transfer Keuangan Daerah (TKD) 2026 sebesar Rp253,4 miliar, maka Badan Anggaran (Bangar) DPRD Kota Bogor bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kota Bogor langsung menggelar rapat kerja setelah selesai paripurna.


"Dengan adanya isu pengurangan TKD dan defisit, maka kami DPRD Kota Bogor langsung menggelar rapat kerja dengan Pemkot untuk menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kekuatan finansial Kota Bogor," kata Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil dalam keterangannya, Selasa 18 November 2025.

Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,7 triliun diharapkan oleh Adit bisa dicapai guna menutupi penurunan TKD. Kemudian, alokasi belanja sektor pendidikan dialokasikan sebesar RP849 miliar, sektor kesehatan sebesar Rp649 miliar dan belanja pegawai sebesar 25,99 persen yang sudah disesuaikan dengan perhitungan pada SIPD.

"Tentu dengan mendorong peningkatan PAD diharapkan dapat menutupi kekurangan karena penurunan TKD dan kami ingin memfokuskan pembelanjaan kepada sektor pelayanan dasar yang menjadi landasan bagi capaian kinerja Pemkot Bogor dan RPJMD," kata Adit.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa APBD 2026 akan menjadi penanda dimulainya pemerintahan dirinya bersama Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin untuk lima tahun mendatang. Sehingga ia memastikan bahwa setiap anggaran yang dialokasikan untuk program yang mewujudkan tercapainya visi dan misi Kota Bogor "Bogor Beres - Bogor Maju"

Dedie turut memaparkan kebutuhan anggaran untuk masing-masing program andalan di 2026, diantaranya Bogor Cerdas yang menyasar sektor pendidikan dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp99,2 miliar.

Berikutnya Bogor Lancar yang menyasar infrastruktur dan transportasi sebesar Rp126 miliar, Bogor Sejahtera yang menyasar sektor kebutuhan sosial masyarakat sebesar Rp21,8 miliar dan Bogor Sehat yang menyasar sektor kesehatan masyarakat dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp169,2 miliar.

"Kami dan seluruh jajaran Pemerintah Daerah Kota Bogor, tetap berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan dalam mewujudkan visi dan misi Kota Bogor Bogor Beres dan Bogor Maju," pungkas Dedie.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kodam XII/Tanjungpura Geser Pasukan Atasi Karhutla ke Selatan Kalbar

Sabtu, 19 September 2026 | 05:09

Ketika Politik Uang Dianggap Wajar

Sabtu, 19 September 2026 | 04:45

Profesor Webster University: Pimpinan Negara Barat Harus Contoh Prabowonomics

Sabtu, 19 September 2026 | 04:16

Ekosistem Pengolahan Ikan Skala Mikro dan Kecil Terus Diperkuat

Sabtu, 19 September 2026 | 03:45

Fapet IPB University Hasilkan Inovasi Songsong Komersialisasi Ayam Lokal

Sabtu, 19 September 2026 | 03:13

Kejati Sumut Didesak Usut Tuntas Kasus Lahan Tol Medan-Binjai

Sabtu, 19 September 2026 | 02:45

Ketika Polemik Ijazah Berubah jadi Komoditas Politik

Sabtu, 19 September 2026 | 02:17

Tim Hukum UIN Jakarta Datangi Kejati Banten Usut Korupsi Eks Rektor

Sabtu, 19 September 2026 | 01:50

Humanika Harus Bantu Presiden Bawa Keluar RI dari Middle Income Trap

Sabtu, 19 September 2026 | 01:26

Konstruksi Waktu Dugaan TPPU dan Pemerasan Kasus Febrie Tidak Sinkron

Sabtu, 19 September 2026 | 01:02

Selengkapnya