Berita

Komandan Pusat Panji Bangsa, Rivqy Abdul Halim, di markas PKB. (Foto: RMOL/Ahmad Alfian)

Politik

Panji Bangsa Cetak Kader Militan Kawal Suara PKB Jelang 2029

SENIN, 17 NOVEMBER 2025 | 17:32 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Dewan Komando Pusat (DKP) Panji Bangsa  menggelar rapat pleno untuk mematangkan tiga agenda besar jelang Musyawarah Nasional (Munas) dan pelantikan organisasi yang baru diresmikan sebagai badan otonom (Banom) DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

“Panji Bangsa ini merupakan badan otonom baru DPP Partai Kebangkitan Bangsa dan kami akan memiliki tiga agenda besar,” ujar Komandan Pusat Panji Bangsa, Rivqy Abdul Halim, di markas PKB, Senin, 17 November 2025.

Agenda pertama adalah Munas Panji Bangsa pada tanggal 19 November 2025 yang rencananya akan dibuka oleh Ketua Umum DPP PKB, Ketua Dewan Syuro, serta jajaran Dewan Pembina Dewan Komando Pusat Panji Bangsa. 


Para pengurus Dewan Komando Wilayah (DKW) dari seluruh Indonesia juga akan hadir, masing-masing diwakili ketua, sekretaris, dan bendahara.
Setelah pembukaan Munas, Panji Bangsa akan menggelar pendidikan instruktur selama tiga hari dua malam di Kampung Gowes, Depok.

Puncak rangkaian kegiatan akan berlangsung pada 22 November 2025, berupa apel besar dan pelantikan yang diikuti seluruh DKW Panji Bangsa serta sekitar 5.000 pasukan dari DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat.

“Ini pelantikan pengurus DKP Panji Bangsa langsung akan dilantik oleh Ketua Umum. Tidak hanya DKP, tapi DKW seluruh Indonesia. Hari ini sudah terbentuk 33 DKW dari 38 provinsi,” jelasnya.

Menjawab pertanyaan mengenai alasan pembentukan Panji Bangsa, Rivqy menerangkan bahwa organisasi ini sebenarnya sudah dirintis sejak 2020 di Jawa Timur, di bawah komando Garda Bangsa, sebelum akhirnya diresmikan sebagai Banom baru pada 2025.

"Kita ingin mencetak kader-kader militan Panji Bangsa sampai tingkat TPS yang di tahun 2029 harapannya bisa mengawal suara-suara PKB di TPS-TPS baik RT, RW. Kami memiliki kader-kader militan yang tidak asal comot untuk menjadi saksi partai," jelasnya.

Ia menambahkan, Panji Bangsa tidak hanya bergerak dalam kesatgasan politik, tetapi juga hadir dalam ruang sosial dan keagamaan. Panji Bangsa menjadi Banom dengan segmentasi paling luas di tubuh PKB.

Kader Panji Bangsa kini mempunyai 15 ribu kader berasal dari Jawa Timur, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta berbagai organisasi kemasyarakatan, baik keagamaan maupun non-keagamaan.

“Ini memang ceruk baru dan memiliki segmen yang lebih luas,” tambahnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Kemenhut Sebut Kejagung Hanya Mencocokkan Data, Bukan Penggeledahan

Kamis, 08 Januari 2026 | 00:04

Strategi Maritim Mutlak Diperlukan Hadapi Ketidakpastian di 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:49

Komplotan Curanmor Nekat Tembak Warga Usai Dipergoki

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:30

Pemuda Katolik Ajak Umat Bangun Kebaikan untuk Dunia dan Indonesia

Rabu, 07 Januari 2026 | 23:01

PDIP Tolak Pilkada Lewat DPRD karena Tak Mau Tinggalkan Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 22:39

Penjelasan Wakil Ketua DPRD MQ Iswara Soal Tunda Bayar Infrastruktur Pemprov Jabar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:56

Kejagung Geledah Kantor Kemenhut terkait Kasus yang Di-SP3 KPK

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:39

84 Persen Gen Z Tolak Pilkada Lewat DPRD

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:33

Draf Perpres TNI Atasi Terorisme Perlu Dikaji Ulang

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:09

Harta Anggota KPU DKI Astri Megatari Tembus Rp7,9 Miliar

Rabu, 07 Januari 2026 | 21:07

Selengkapnya