Berita

Ilustrasi Rupiah (Foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Redenominasi Rupiah Dinilai Perlu tapi Harus Dijalankan Secara Konsisten

SENIN, 17 NOVEMBER 2025 | 08:36 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

RMOL.  Kebijakan redenominasi Rupiah kembali mendapat sorotan. Kepala Ekonom The Indonesia Economic Intelligence (IEI), Sunarsip, menyatakan bahwa langkah penyederhanaan nilai mata uang tersebut memang sudah saatnya dilakukan, karena kondisi ekonomi dan sistem keuangan Indonesia kini lebih siap dibandingkan sepuluh tahun lalu. 

Namun, ia menegaskan, redenominasi hanya akan berhasil jika dijalankan secara konsisten dari awal hingga akhir.

“Redenominasi itu perlu dilakukan, tetapi harus konsisten. Kalau hari ini sudah mengeluarkan ide redenominasi, ya tetapkan dan mulai siapkan tahapannya,” ujar Sunarsip dalam diskusi di Jakarta, dikutip redaksi Senin 17 November 2025. 


Menurut Sunarsip, konsistensi harus didukung dengan persiapan yang matang, baik di pemerintah maupun Bank Indonesia (BI). Ia menilai proses ini harus melibatkan komunikasi aktif dengan DPR terkait penyusunan undang-undang, serta koordinasi administratif dengan otoritas moneter dan regulator seperti OJK.

Ia menekankan bahwa infrastruktur, regulasi, dan masa transisi perlu dirancang bersama agar masyarakat tidak mengalami kebingungan saat redenominasi mulai diterapkan.

Sunarsip menilai penerapan redenominasi kini lebih mudah karena transaksi digital telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Luasnya penggunaan uang elektronik membuat kebutuhan pencetakan uang baru dapat ditekan. Kondisi ini jauh berbeda dibanding satu dekade lalu ketika nilai uang sudah terlalu besar dan harga barang sulit terbaca secara wajar.

Salah satu tantangan terbesar redenominasi adalah pemahaman masyarakat. Sebagian orang masih menyamakan redenominasi dengan sanering, padahal keduanya sangat berbeda.

Dalam sanering, nilai uang benar-benar dipotong sehingga daya belinya hilang. Sedangkan redenominasi hanya menyederhanakan angka tanpa mengurangi nilai riil. Contohnya, uang Rp1.000.000 akan ditulis menjadi Rp1.000, tetapi daya belinya tetap sama.

Karena itu, edukasi publik harus dipersiapkan secara berkelanjutan untuk mencegah kesalahpahaman.

Sunarsip menepis anggapan bahwa redenominasi akan memicu lonjakan harga emas atau inflasi berlebihan. Menurutnya, investasi emas akan menyesuaikan nilai secara alamiah. Meski begitu, ia mengakui bahwa pada masa awal transisi bisa terjadi inflasi sementara yang dipicu oleh psikologi masyarakat, misalnya keinginan berbelanja lebih cepat karena takut uang lama tidak berlaku.

Sunarsip menyebut BI dan sistem perbankan nasional sudah memiliki kemampuan teknologi yang memadai untuk mengimplementasikan redenominasi tanpa gangguan besar. Karena itu, ia mendorong pemerintah dan otoritas moneter untuk menyelesaikan regulasi dan payung hukum secara paralel sambil memperkuat kesiapan teknis industri perbankan.

Saat ini, pemerintah tengah memproses RUU Perubahan Harga Rupiah melalui PMK No. 70/2025, dengan target penyelesaian pada 2027. RUU ini menjadi salah satu prioritas utama Kementerian Keuangan dalam Renstra 2025–2029.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

UPDATE

Konflik Memanas di Yaman Selatan, RI Dukung Saudi Gelar Konferensi Damai

Kamis, 08 Januari 2026 | 10:16

Kuasai 51,57 Persen Hak Suara, Danantara Tetap Jadi Pemegang Saham Mayoritas Telkom

Kamis, 08 Januari 2026 | 10:03

Bank Raya Perkenalkan Kartu Digital Debit Visa di Momentum Tahun Baru 2026

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:50

Investor di Asia Hati-hati Sikapi Gejolak Politik Global

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:36

Rencana Prabowo Bangun 1.100 Kampung Nelayan Tahun 2026

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:28

Kebijakan Chromebook Era Nadiem Rawan Dikriminalisasi

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:27

Bukan Sejahtera, Rakyat Indonesia Bahagia karena Beriman!

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:27

Menlu AS akan Bertemu Pejabat Denmark Soal Akuisisi Greenland

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:21

Pertama di Indonesia, BRI Raih Sertifikasi TMMi Level 3

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:13

Swasembada Harus Berdampak pada Stabilitas Harga Pangan

Kamis, 08 Januari 2026 | 09:11

Selengkapnya