Berita

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Politik

Wajar Budi Arie Ditolak Masuk Gerindra dan PSI

MINGGU, 16 NOVEMBER 2025 | 23:31 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Mantan Menteri Koperasi (Menkop) Budi Arie Setiadi dianggap tidak memiliki privilege sehingga ditolak masuk ke Partai Gerindra maupun Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Menurut pengamat politik dari Motion Cipta (MC) Matrix, Wildan Hakim, selaku Ketua Umum Projo, Budi Arie tidak bisa begitu saja mengubah haluan politiknya ke Gerindra maupun ke PSI.

"Sikap Gerindra dan PSI yang menolak masuknya Budi Arie ke kedua parpol tersebut mencerminkan adanya sentimen negatif atas sosoknya," kata Wildan kepada RMOL, Minggu 16 November 2025.


Wildan menilai, seorang aktor politik yang bernilai tinggi dan punya posisi tawar yang meyakinkan dipastikan akan mudah diterima di partai politik yang dikehendakinya.

"Sudah banyak contohnya, politikus yang pindah partai dan mereka diterima. Sayangnya Budi Arie tidak mendapatkan privilege itu," tutur Wildan.

Dosen ilmu komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia menyebut bahwa Budi Arie tidak cukup hanya mengganti logo Projo. Dia seharusnya mengganti nama Projo dari Pro Jokowi menjadi Prokas atau Pro Kaesang.

"Nama besar Jokowi sudah tidak relevan dilekatkan pada organisasi relawan. Jokowi tidak sedang ikut kontestasi politik. Budi Arie seharusnya berpikir maju untuk mendukung Kaesang Pangarep yang kini menjabat Ketua Umum PSI," pungkas Wildan.

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Jokowi Sumber Masalah Bangsa

Minggu, 08 November 2026 | 08:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

UPDATE

Komisi III DPR Dukung Kejagung Bongkar Tuntas Mafia Nikel di Sultra

Senin, 09 November 2026 | 00:30

Menanti Hoegeng di Zaman Now

Senin, 09 November 2026 | 00:06

Ratusan Ojol dan Sahabat Disabilitas Peroleh Santunan Jelang HUT ke-15 Nasdem

Minggu, 08 November 2026 | 23:41

Surya Paloh Ingatkan Ego Partai Tak Boleh Kalahkan Kepentingan Nasional

Minggu, 08 November 2026 | 23:37

Jimly Minta 8 Partai di Parlemen Segera Bermusyawarah soal Gibran

Minggu, 08 November 2026 | 23:25

UI dan Peradi Profesional Perkuat Kolaborasi Lewat Networking Golf Tournament 2026

Minggu, 08 November 2026 | 20:55

Mutu Audit jadi Penentu Kepercayaan Publik terhadap Korporasi

Minggu, 08 November 2026 | 20:00

Desak Tito Mundur, Faizal Assegaf: Dia Lingkar Inti Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:45

Ubedilah Badrun: Patron Jenderal Listyo Sigit Bertahun-tahun adalah Jokowi

Minggu, 08 November 2026 | 19:38

Prabowo Kumpulkan 10 Mantan Kapolri di Hambalang, Ada Da'i Bachtiar hingga Tito Karnavian

Minggu, 08 November 2026 | 18:48

Selengkapnya