Berita

Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi. (Foto: RMOL/Jamaludin)

Politik

Ditolak Kanan-Kiri Bukti Budi Arie Bukan Siapa-Siapa

MINGGU, 16 NOVEMBER 2025 | 08:32 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengamat politik Adi Prayitno menilai nasib Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, tengah berada dalam posisi sulit setelah upayanya merapat ke sejumlah partai tampak tak mendapat sambutan.

Menurut Adi, situasi ini menunjukkan bahwa tidak ada partai politik yang benar-benar tertarik untuk merekrut Budi Arie, terlepas dari besarnya klaim kekuatan relawan Projo selama ini.

"Kalau kita mau jujur, sepertinya ini menegaskan bahwa tidak ada satu pun partai politik di negara kita yang tertarik dengan Budi Arie," ujar Adi lewat kanal youtube miliknya, Minggu, 26 November 2025.


Adi melanjutkan, fakta bahwa Budi Arie dan jejaring relawannya tidak diterima di beberapa partai menjadi ironi tersendiri.

"Ternyata Budi Arie dengan relawan politiknya, barisan politiknya mentok kanan kiri, tidak ada satu pun yang tertarik untuk merekrut dan mengajak Budi menjadi bagian dari mereka," tegasnya.

Lebih jauh, ia melihat munculnya semacam paradoks terkait klaim kekuatan Projo. Di satu sisi, relawan tersebut sering diagungkan sebagai kekuatan besar yang mengantar Joko Widodo menang dua kali dan turut mendukung kemenangan Prabowo pada Pilpres 2024. Bahkan, Projo menyatakan siap kembali memenangkan Prabowo untuk periode kedua 2029. Namun kenyataannya berbeda.

"Kalau yang kita tahu bahwa Budi Arie ditolak masuk Gerindra dan PSI pun tidak mau, ini menegaskan bahwa Projo dan Budi Arie bukan siapa-siapa," kata Adi.

Ia menyebut klaim kehebatan Projo mungkin hanya berlaku bagi kelompok tersebut, namun tidak terbukti ketika diuji di hadapan partai-partai politik.

"Bahwa mereka punya klaim sebagai relawan politik hebat mungkin bagi mereka iya, tapi ternyata diuji coba ke partai lain, ternyata bukan apa-apa juga Projo ini," pungkas Adi.


Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya