Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelligence)

Bisnis

Harga Bitcoin Merosot Tertekan Data Ekonomi China

JUMAT, 14 NOVEMBER 2025 | 13:12 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga Bitcoin menjelang akhir pekan jatuh 5,14 persen ke level 97.239 Dolar AS, menurut data CoinMarketCap pada Jumat siang, 14 November 2025.

Sentimen negatif ini muncul dari kombinasi faktor global, termasuk data ekonomi China yang melemah, gelombang likuidasi besar-besaran, ekspektasi penurunan suku bunga AS yang semakin memudar, serta tekanan teknis di grafik harga.

Data terbaru dari China menunjukkan perlambatan pertumbuhan produksi industri, yang hanya naik 4,9 persen dibanding 6,5 persen pada September. Investasi aset tetap juga turun 1,7 perss ln sejak awal tahun. Kabar ini mengguncang pasar saham Asia dan ikut membebani kripto, yang cenderung cepat bereaksi terhadap sinyal melemahnya ekonomi global.


Di sisi lain, pasar derivatif mencatat lebih dari 1 miliar Dolar AS posisi kripto yang dilikuidasi dalam sehari, mayoritas berasal dari posisi long -- termasuk satu likuidasi besar senilai 44 juta Dolar AS untuk Bitcoin di bursa HTX. Tekanan jual ini mempercepat penurunan harga.

Secara teknikal, Bitcoin juga terpukul setelah jatuh menembus support penting di 98.000 Dolar AS, yang selama ini menjadi batas psikologis.

Analis melihat bahwa penutupan kembali di atas 100.563 Dolar AS dapat membantu menstabilkan pergerakan dalam waktu dekat.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya