Berita

Warga dan polisi Kenya di Nairobi, 17 Oktober 2025. (AFP)

Dunia

Kenya Lapor 200 Warganya Terlibat Perang Rusia-Ukraina

KAMIS, 13 NOVEMBER 2025 | 16:59 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Kenya mengungkapkan bahwa lebih dari 200 warganya kini diketahui bertempur di pihak Rusia dalam perang di Ukraina. 

Mereka diduga direkrut oleh agen-agen yang menjanjikan pekerjaan non-militer dengan imbalan tinggi, namun kemudian dikirim ke medan perang.

“Lebih dari 200 warga Kenya mungkin telah bergabung dengan militer Rusia, jaringan perekrutan masih aktif baik di Kenya maupun di Rusia,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Kenya, seperti dikutip dari Reuters, Kamis, 13 November 2025. 


Kemlu Kenya menambahkan, sebagian warganya yang telah berada di Rusia mengalami luka-luka akibat konflik. 

Mereka awalnya dijanjikan bayaran hingga 18.000 dolar AS (sekitar Rp280 juta) untuk menutupi biaya visa, perjalanan, dan akomodasi. Namun kenyataannya, mereka justru dikirim ke zona perang.

“Perekrutan di Rusia dilaporkan telah meluas hingga mencakup warga negara Afrika, termasuk Kenya,” lanjut pernyataan tersebut. Hingga kini, Kedutaan Besar Rusia di Nairobi belum memberikan tanggapan atas laporan itu.

Pemerintah Kenya juga mengungkapkan bahwa pada September lalu, operasi keamanan di dekat Nairobi berhasil menyelamatkan 21 warga Kenya yang hendak diberangkatkan ke Rusia. 

“Mereka disesatkan mengenai jenis pekerjaan yang ditawarkan, mengira akan bekerja di bidang non-tempur seperti merakit drone, menangani bahan kimia, dan mengecat,” jelas kementerian.

Ukraina sebelumnya menyebut bahwa lebih dari 1.400 warga dari sekitar tiga puluh negara Afrika saat ini berperang di pihak Rusia. 

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, menilai kontrak yang ditandatangani para pejuang tersebut setara dengan hukuman mati, dan mendesak pemerintah Afrika agar memperingatkan warganya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya