Berita

Kader PSI Dian Sandi Utama. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Politik

Dian Sandi Paling Tepat Jadi Tersangka, Bukan Roy Suryo Cs

KAMIS, 13 NOVEMBER 2025 | 12:12 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Apabila diurut-urut, ijazah Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) milik Joko Widodo alias Jokowi jadi bermasalah justru karena ditampilkan di ruang publik. Kader PSI Dian Sandi Utama, sebetulnya paling layak untuk dijadikan tersangka.

Demikian dikatakan Direktur ABC Riset & Consulting Erizal melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis 13 November 2025.

Sebab, kata Erizal, Dian Sandi merupakan orang yang pertama sekali memposting ijazah Jokowi di media sosial, sehingga memantik Roy Suryo cs mengulik ijazah Jokowi itu lebih jauh.


"Sehingga kemudian Roy Suryo cs menyimpulkan bahwa ijazah Jokowi yang diposting itu adalah palsu," kata Erizal.

Menurut Erizal, jangankan Roy Suryo cs, orang awam saja akan berpendapat ada keanehan melihat tampilan ijazah Jokowi itu, meski tak bisa menjelaskan. Kelebihan Roy Suryo cs adalah bisa menjelaskan dengan keahliannya. Terlepas kalau akhirnya, benar dan salah

"Kalau ada orang yang meragukan keahlian Roy Suryo cs, orang itu layak dikatakan buzzer yang kebetulan saja kepentingannya berseberangan dengan apa yang disampaikan Roy Suryo cs," kata Erizal.

Karena faktanya, lanjut Erizal, keahlian Roy Suryo cs sudah pernah dipakai pihak Polri, bahkan hadir sebagai ahli dan diterima hakim, di berbagai persidangan. 

"Mestinya, itu tak jadi perdebatan lagi," pungkas Erizal.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Bahaya Tersembunyi Kerikil di Ban Mobil dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:15

PKS: Pemerintah harus Segera Tetapkan Aturan Pembatasan BBM Bersubsidi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 10:14

Mengupas Bahaya Air Keras Menyusul Kasus Penyerangan Aktivis KontraS di Jakarta

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:52

Kemenhaj Tegaskan Komitmen Haji Inklusif bagi Lansia dan Disabilitas

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:47

Qatar Kutuk Serangan Brutal Israel di Lebanon

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:23

Harga Minyak Brent Tembus 103 Dolar AS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:10

AS Kirim Ribuan Marinir ke Timur Tengah, Iran Terancam Invasi Darat

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:41

Wall Street Rontok Menatap Kemungkinan Inflasi Global

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:23

Transformasi Kinerja BUKA: Dari Rugi Menjadi Laba Rp3,14 Triliun di 2025

Sabtu, 14 Maret 2026 | 08:08

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Selengkapnya