Berita

Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPP DEM) mengecek daftar peserta Anugerah Jurnalistik KPU 2025. (Foto: RMOL/Ahmad Satryo)

Politik

Ratusan Peserta dan Karya Ikuti Anugerah Jurnalistik KPU 2025

RABU, 12 NOVEMBER 2025 | 22:04 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Anugerah Jurnalistik Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tahun 2025 mulai memasuki tahapan verifikasi administrasi dan faktual, usai masa pendaftaran ditutup pada 11 November 2025.

Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPP DEM) sebagai pelaksana kegiatan, mencatat ratusan jurnalis dari spesifikasi tulis, foto, dan video telah mengirimkan karyanya masing-masing ke dalam formulir pendaftaran online yang telah disediakan.

"Total peserta yang mengikuti Anugerah Jurnalistik KPU 2025, baik untuk kategori karya jurnalistik tulis, foto, dan video, totalnya dari perwakilan daerah se-Indonesia mencapai 184 peserta dengan total 334 karya," ujar Satryo saat membuka tahapan verifikasi hari pertama untuk kategori foto di Media Center Gedung Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 12 November 2025.


Dia merinci, dari total 184 peserta dan 334 karya tersebut di antaranya meliputi karya jurnalistik tulis sebanyak 86 peserta dengan 86 karya yang masuk. Kemudian kategori foto 62 Peserta dengan 212 karya karena maksimal mengirimkan 5 karya foto, dan kategori video 36 Peserta dengan 36 karya," urainya.

Adapun mengenai teknis verifikasi administrasi dan faktual, tim seleksi memastikan kesesuaian data yang dikirimkan peserta, dengan memperhatikan ketentuan atau syarat umum dan khusus yang telah ditentukan panitia, juga harus sesuai tema besar atau subtema dengan jenis karya "Straight News" untuk semua kategori.

"Diantaranya kesesuaian penamaan file, keaslian karya jurnalistik, bukti tayang dan kesesuaian tema sebagai ketentuan umum, serta ketentuan masing-masing kategori atas karya yang telah dikirimkan para peserta ke dalam formulir digital dapat dipertanggungjawabkan," sambung Satryo menjelaskan.

Pewarta Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL itu menegaskan, apabila ada karya yang tidak memenuhi ketentuan umum dan ketentuan spesifik per kategori tersebut, serta kesesuaian dengan tema, maka akan dilakukan diskualifikasi kepesertaan Anugerah Jurnalistik KPU 2025.

"Secara otomatis akan gagal, karena sosialisasi telah kita lakukan semasif mungkin untuk memastikan ketentuan umum dan khusus per kategori dapat dipahami para calon peserta," papar Satryo.

"Tetapi, kalau misalkan masih ada yang mengirimkan karya yang tidak sesuai dengan ketentuan-ketentuan tersebut, artinya tidak dapat mengikuti tahapan penjurian," terangnya.

Adapun mengenai tahapan verifikasi administrasi dan faktual tersebut dilakukan selama 3 hari untuk seluruh kategori yang dilombakan. 

Untuk selanjutnya, proses penjurian dilakukan dua tahap, yaitu penjurian awal oleh 3 dewan juri dari perwakilan KPU RI, Konstituen Dewan Pers yang spesialisasi tulis, foto, dan video, serta internal KPP DEM, untuk mencari maksimal 10 karya terbaik.

"Soal objektivitas penjurian nanti tak bisa diragukan lagi. Sebab sistem yang dipakai adalah poin akumulatif dari ketiga dewan juri berkompeten di bidang masing-masing kategori, dan tak lupa dilakukan secara terbuka," ungkapnya.

Lebih lanjut, Satryo menyebutkan sosok-sosok Dewan Juri untuk ketiga kategori Anugerah Jurnalistik 2025, di antaranya sebagai berikut:

Dewan Juri Kategori Tulis 

1. Anggota KPU RI August Mellaz 
2. Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa 
3. Ketua Umum KPP DEM Achmad Satryo Yudhantoko. 

Dewan Juri Kategori Foto

1. Anggota KPU RI August Mellaz
2. Ketua Umum Pewarta Foto Indonesia (PFI) Reno Esnir
3. Wakil Ketua I KPP DEM Munzir

Dewan Juri Kategori Video

1. Anggota KPU RI August Mellaz, 
2. Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Herik Kurniawan, 
3. Dewan Juri 3 Ketua Umum KPP DEM Achmad Satryo Yudhantoko.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya