Berita

Ilustasi (Foto: Artificial Intelligence)

Bisnis

Harga Emas Melonjak ke Level Tertinggi, Menanti The Fed Potong Suku Bunga

RABU, 12 NOVEMBER 2025 | 08:03 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas global di bursa berjangka COMEX New York Mercantile Exchange melesat ke level tertinggi dalam hampir tiga minggu. 

Kenaikan signifikan ini dipicu oleh dua faktor Utama yaitu berakhirnya government shutdown di Amerika Serikat (AS) dan ekspektasi pasar bahwa data ekonomi yang akan dirilis pasca-penutupan akan memaksa Federal Reserve (The Fed) untuk memangkas suku bunga.

Dikutip dari Reuters, harga emas spot naik 0,3 persen menjadi 4.126,77 Dolar AS per ons pada perdagangan Selasa 11 November 2025 atau Rabu WIB. Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Desember ditutup turun tipis 0,1 persen menjadi 4.116,30 Dolar AS per ons.


Emas secara tradisional dianggap sebagai aset lindung nilai (safe haven) dan cenderung menguat ketika suku bunga rendah, sebab emas tidak memberikan imbal hasil (yield) layaknya obligasi.

Para analis sepakat bahwa optimisme di pasar emas didorong oleh harapan penurunan suku bunga The Fed pada Desember.

 "Pelaku pasar memperkirakan data ekonomi yang akan dirilis menunjukkan pelemahan, dan hal itu bisa mendorong The Fed memangkas suku bunga pada Desember. Ekspektasi itulah yang memacu optimisme di pasar emas dan perak hari ini," jelas Jim Wyckoff, analis Kitco Metals.

Senat AS menyetujui kesepakatan yang mengakhiri penutupan pemerintahan. Hal ini memungkinkan publikasi kembali data ekonomi penting (seperti lapangan kerja dan inflasi) yang menjadi acuan The Fed.

Sebelum shutdown, data ekonomi telah menunjukkan pelemahan, termasuk hilangnya lapangan kerja pada Oktober dan sentimen konsumen yang jatuh ke level terendah dalam tiga setengah tahun terakhir.

Logam mulia lain seperti platinum dan paladium juga mengalami kenaikan signifikan, mengikuti tren yang didorong oleh ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Fed.

Populer

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Kasus OTT Pemalang: Anggota Polri yang Bertugas di KPK Jadi Tersangka

Kamis, 30 Juli 2026 | 10:29

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Changhong Perpanjang Garansi Produk Elektronik hingga 25 Tahun, Ini Rinciannya

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:22

Tim Satgas Hanura Mulai Safari Panaskan Mesin Partai Menuju Pemilu 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:58

Jangan Cuma Pembeli, Indonesia harus jadi Pusat Ekonomi Syariah Dunia

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:51

Bank Lokal Tumbuh Pesat, Citi Pilih Tinggalkan Bisnis Ritel Global

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:38

Investasi Danantara Jadi Kunci Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:47

Seskab Teddy Tiga Besar Jajaran Menteri dengan Kinerja Terbaik

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:14

Elite PBNU Sibuk Urus Tambang, Gagal Pimpin Jam'iyah

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:30

Banteng Jakarta FC Bidik Juara Soekarno Cup 2026

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:26

30 Eks Bankir Citibank Wariskan Pelajaran Karier Lewat Buku Growing with Purpose

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:50

Besok, Dishub DKI Jakarta Launching 3 Terobosan Mobilitas Warga

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 18:18

Selengkapnya