Berita

Waketum AMPG Sandi Rahmat Mandela (kanan) bersama Ketum Golkar Bahlil Lahadalia dan Sekjen Sarmuji. (Foto: Dokumentasi AMPG)

Politik

Waketum AMPG:

Soeharto Wariskan Budaya Politik Berharga Bagi Golkar

RABU, 12 NOVEMBER 2025 | 05:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) Sandi Rahmat Mandela menyampaikan apresiasi atas penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI Soeharto. 

Ia menilai keputusan pemerintah tersebut bukan sekadar bentuk penghormatan simbolik, tetapi peneguhan atas kontribusi strategis Soeharto dalam membangun fondasi republik di berbagai sektor.

“Indonesia hari ini berdiri di atas fondasi yang banyak dibangun pada masa Presiden Soeharto. Stabilitas politik, pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, hingga pendidikan massal adalah pencapaian nyata yang efeknya masih dirasakan sampai sekarang,” ujar Sandi dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu, 12 November 2025.


Ia menambahkan, bagi Partai Golkar, Soeharto merupakan figur historis yang memiliki peran besar dalam menata struktur politik Indonesia. Pada masa Soeharto, Golkar mengalami pelembagaan yang kuat sebagai wadah teknokrat, birokrat, cendekiawan, dan unsur sosial lain yang bekerja bersama dalam pembangunan nasional. 

Tradisi pengelolaan negara yang rasional dan bertumpu pada efisiensi menjadi salah satu warisan politik yang terus diinternalisasi Partai Golkar hingga kini.

“Warisan terbesar Soeharto bagi Golkar adalah budaya politik yang berorientasi pada karya dan pembangunan. Golkar menjadi rumah besar yang memfasilitasi profesionalisme, tertib organisasi, dan kohesi nasional. Kita menghormati beliau bukan semata sebagai tokoh Golkar, tetapi sebagai pemimpin pembangunan,” jelasnya.

Sandi menegaskan bahwa penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto memiliki nilai penting bagi generasi muda. Menurutnya, generasi muda perlu melihat sejarah secara objektif: menghargai jasa dan karya, memahami tantangan zaman, serta memetik pelajaran untuk masa depan. 

Ia menekankan bahwa Soeharto telah menunjukkan contoh pengabdian yang konsisten, etos kerja yang tinggi, dan keberanian mengambil keputusan strategis bagi kepentingan nasional.

“Ini bukan soal glorifikasi. Ini tentang belajar dari sejarah. Keteladanan Soeharto terletak pada dedikasinya membangun institusi, memperkuat negara, dan memberikan arah yang jelas bagi pembangunan. Itu nilai yang harus kita ambil,” tegas Sandi.

Ketua Umum GM FKPPI itu melihat penganugerahan kepada Soehartojuga relevan bagi keluarga besar TNI-Polri. Soeharto dengan latar belakang dan visi militernya terbukti mampu menjaga stabilitas keamanan dan ruang sosial yang kondusif bagi berlangsungnya pembangunan nasional. 

Langkah tersebut memberi kesempatan kepada jutaan rakyat untuk tumbuh melalui pendidikan, kerja layak, dan peningkatan kesejahteraan.

“Menghargai jasa para pemimpin bukan berarti menutup mata terhadap kritik. Namun evaluasi paling adil harus dilakukan dalam konteks historisnya. Tugas kita hari ini adalah melanjutkan fondasi yang sudah dibangun menjadi lompatan baru untuk bangsa,” tutup Sandi.


Populer

Ramadhan Pohan, Pendukung Anies yang Kini Jabat Anggota Dewas LKBN ANTARA

Jumat, 09 Januari 2026 | 03:45

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Kubu Jokowi Babak Belur Hadapi Kasus Ijazah

Kamis, 01 Januari 2026 | 03:29

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

UPDATE

OTT Pegawai Pajak Jakarta Utara: KPK Sita Uang Ratusan Juta dan Valas

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:14

Mendagri: 12 Wilayah Sumatera Masih Terdampak Pascabencana

Sabtu, 10 Januari 2026 | 12:04

Komisi I DPR: Peran TNI dalam Penanggulangan Terorisme Hanya Pelengkap

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:33

X Ganti Emotikon Bendera Iran dengan Simbol Anti-Rezim

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:27

Trump Sesumbar AS Bisa Kuasai 55 Persen Minyak Dunia Lewat Venezuela

Sabtu, 10 Januari 2026 | 11:10

Konten Seksual AI Bikin Resah, Grok Mulai Batasi Pembuatan Gambar

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:52

Ironi Pangan di Indonesia: 43 Persen Rakyat Tak Mampu Makan Bergizi

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:41

Emas Antam Berkilau, Naik Rp25.000 Per Gram di Akhir Pekan

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:34

Khamenei Ancam Tindak Tegas Pendemo Anti-Pemerintah

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:22

Ekonomi Global 2026: Di Antara Pemulihan dan Ketidakpastian Baru

Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:06

Selengkapnya