Berita

Komoditas ayam dan telur. (Foto: Dokumentasi RMOL)

Nusantara

Sekda Pemprov Jabar:

Permintaan Terhadap Ayam dan Telur Meningkat Tajam Sejak Ada MBG

RABU, 12 NOVEMBER 2025 | 05:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah bersiap menghadapi potensi kenaikan harga dua komoditas utama, yakni ayam dan telur. Langkah antisipasi ini dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan akibat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman menjelaskan bahwa permintaan terhadap ayam dan telur meningkat tajam sejak program tersebut berjalan. Saat ini, terdapat 2.131 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi di berbagai daerah di Jabar.

“Permintaan meningkat karena program MBG, sementara pasokan belum sepenuhnya mampu mengimbangi kebutuhan,” ujar Herman dikutip dari Kantor Berita RMOLJabar, Rabu, 12 November 2025.


Ia menambahkan pada 2026 mendatang Pemprov Jabar berencana menambah jumlah SPPG hingga sekitar 4.600 unit. Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi menimbulkan tekanan terhadap harga ayam dan telur di pasaran.

“Karena itu kami sedang menyiapkan langkah antisipasi agar harga tetap terkendali, supaya tidak menimbulkan inflasi,” ungkapnya.

Meski demikian, Herman memastikan inflasi di Jawa Barat masih dalam kondisi stabil, yakni di angka 2,63 persen. Harga kebutuhan pokok pun, sejauh ini, masih tergolong terjangkau oleh masyarakat.

“Kalau harga stabil, daya beli masyarakat terjaga, konsumsi naik, dan otomatis berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Ia berharap, dengan berbagai langkah pengendalian yang dilakukan, tingkat inflasi di Jabar tetap terjaga dan dapat menekan angka kemiskinan.

“Intinya, pengendalian inflasi menjadi kunci. Sampai saat ini, kondisinya masih relatif terkendali di 2,63 persen,” pungkasnya.


Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya