Berita

Ketua Umum Partai Prima, Agus Jabo Proyono. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Agus Jabo: Kita Orang Timur, Saatnya Kembali ke Jati Diri Bangsa

SELASA, 11 NOVEMBER 2025 | 22:22 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Seluruh rakyat Indonesia untuk kembali kepada jati diri bangsa yang berakar pada nilai-nilai ketimuran.

Menurut Ketua Umum Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA), Agus Jabo Priyono, kemakmuran dan keharmonisan bangsa Indonesia hanya dapat terwujud apabila masyarakat mampu menegakkan prinsip ekonomi dan kehidupan sosial yang sesuai dengan semangat asli bangsa, sebagaimana termaktub dalam Pasal 33 UUD 1945.

“Kita orang timur harus kembali ke timur. Jika selama ini kita dipaksa menjadi barat, maka kita harus segera kembali ke timur,” tegas Agus Jabo dalam peringatan 240 tahun kelahiran Pangeran Diponegoro di Yogyakarta, Selasa, 11 November 2025.


Sebelum kolonialisme barat masuk ke nusantara, bangsa Indonesia hidup makmur dengan pola hidup seimbang antara pemasukan dan pengeluaran. Ia mengutip pandangan para pendiri bangsa seperti Bung Hatta dan Bung Karno yang menggambarkan kehidupan rakyat Indonesia di masa pra kolonial sebagai kehidupan yang makmur dan ‘cekapan’. 

Namun kondisi itu berubah drastis ketika bangsa Eropa datang membawa sistem kolonialisme yang eksploitatif.

“Sejak kaum kolonial serakahnomic berkuasa, bangsa kita dieksploitasi dan ditindas. Bahkan di tempat lain seperti Australia dan Amerika, penduduk aslinya dibantai hampir habis," lanjutnya.

Sosok Wakil Menteri Sosial (Wamensos) ini pun menyinggung istilah ‘serakahnomic’ yang beberapa kali disebut Presiden Prabowo Subianto untuk menggambarkan kekuatan-kekuatan ekonomi serakah yang merampok sumber daya alam dan keuangan negara.

“Saya menerjemahkan serakahnomic ini menjadi tiga golongan, yaitu imperialisme, oligarki, dan birokrat korup. Kekuatan inilah yang sejak lama menjadi musuh bangsa kita, bahkan sejak zaman kolonial,” katanya.

Agus Jabo menilai bahwa kekuatan ‘serakahnomic’ telah hadir sejak masa penjajahan Belanda, dan menjadi lawan utama Pangeran Diponegoro dalam perjuangannya melawan kolonialisme. 

Ia lantas menyinggung peristiwa Perang Jawa (1825–1830) yang mengorbankan sekitar 200 ribu pejuang di pihak Diponegoro dan menewaskan 15 ribu tentara kolonial Belanda.

“Perlawanan Pangeran Diponegoro hampir membuat kolonialisme Belanda runtuh. Bahkan akibat perang itu, pemerintahan Belanda bangkrut dan Belgia akhirnya melepaskan diri,” ujar Agus Jabo.

Populer

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Jokowi Masih Berperilaku seperti Penguasa RI

Senin, 10 Agustus 2026 | 03:00

UPDATE

Peluang Emas Kuliah Gratis Pendaftaran Beasiswa Unggulan 2026 Resmi Dibuka

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Di Posko Pengungsian, Gibran Pastikan Kebutuhan Anak-Anak Terpenuhi

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:21

Prioritaskan Guru PPPK Wilayah 3T Jadi PNS

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:19

Utang AS Terus Membengkak, Tekanan Fiskal Makin Besar

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:16

Jangan Sampai Utang Gerogoti Ruang Fiskal

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:07

Purbaya Siapkan Rp31 Triliun untuk Pengalihan PPPK ke Pusat

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:05

Emas “di Bawah Bantal” Warga RI Capai 1.800 Ton, Nilainya Diprediksi Tembus Rp4.400 Triliun

Kamis, 20 Agustus 2026 | 14:01

Tak Benar Febrie Minta Emas 74 Kg hingga Uang Dikembalikan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:45

Pemerintah Raup Rp34 Triliun dari Lelang SUN

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Iran Siapkan Serangan Balasan hingga Eropa Jika AS Perluas Perang

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:41

Selengkapnya