Berita

Presiden Prabowo Subianto memimpin Ratas di Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, Selasa, 11 November 2025 (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Sebelum ke Sydney, Prabowo Beri Instruksi Khusus ke Mensesneg

SELASA, 11 NOVEMBER 2025 | 17:14 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto menyempatkan diri menggelar rapat terbatas di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, jelang keberangkatannya menuju Australia pada Selasa, 11 November 2025. 

Menurut Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, Presiden sengaja menunda penerbangannya ke Sydney selama dua jam demi memimpin langsung rapat tertutup tersebut.

Dikatakan Teddy, selama rapat Presiden kembali menegaskan urgensi pengelolaan keuangan negara yang akuntabel, efektif, dan berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat. 


Kepala Negara menekankan bahwa setiap rupiah yang bersumber dari uang publik harus dipastikan penggunaannya tepat sasaran dan sesuai tenggat.

“Setiap rupiah uang rakyat yang dialokasikan harus tepat sasaran dan harus digunakan sesuai periode waktu yang ditetapkan, termasuk dana di daerah, yang juga merupakan uang rakyat,” ungkap Teddy mengutip pernyataan Presiden. 

Teddy juga mengungkap arahan khusus Presiden kepada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi untuk segera melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga. 

Arahan itu mencakup langkah percepatan pemantauan penyerapan anggaran, terutama penggunaan transfer ke daerah oleh para kepala daerah menjelang penutupan tahun anggaran.

"Presiden juga menugaskan Menteri Sekretaris Negara untuk segera mengoordinasikan serta memeriksa penyerapan anggaran dan penggunaan transfer ke daerah yang dikelola oleh para kepala daerah menjelang akhir tahun ini," kata Teddy.

Dalam foto yang dibagikan tampak pejabat pemerintah yang hadir dalam rapat yakni Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, Menteri Sekretaris Negara, Menteri Luar Negeri, Menteri Pertahanan, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), serta Teddy sendiri.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya