Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Redenominasi Bisa Jadi Momentum Transformasi Sektor Keuangan

SELASA, 11 NOVEMBER 2025 | 12:55 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Redenominasi Rupiah dinilai memiliki manfaat besar jika dijalankan dengan perencanaan dan eksekusi yang tepat. 

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menjelaskan upaya menyederhanakan mata uang Garuda itu dapat memiliki keuntungan praktis dan meningkatkan reputasi rupiah di kancah global.

Wijayanto menjelaskan, secara teori redenominasi tidak akan memicu inflasi. Namun dalam praktik, tetap ada potensi lonjakan harga yang kecil akibat persepsi masyarakat.


“Ada bias dimana masy merasa harga barang lebih murah, lebih agresif berbelanja sehingga inflasi naik, walau one off dan sangat minor,” katanya dalam keterangannya pada Selasa, 11 November 2025. 

Ia menyebut sejumlah riset berbasis behavioral economics mendukung temuan tersebut. Karena itu, ia menilai cost < benefit, sehingga kebijakan penyederhanaan ini layak dilanjutkan. 

Sejumlah negara seperti Turki, Polandia, Israel hingga Brasil disebut menjadi contoh yang sukses, sementara Zimbabwe dan Venezuela justru menjadi peringatan akibat buruknya implementasi.

Bagi Indonesia, Wijayanto sendiri menilai redenominasi bisa menjadi momentum besar untuk transformasi sektor keuangan, mulai dari pemberantasan uang palsu hingga menekan maraknya judi online dan pinjaman ilegal.

“Bisa juga jadi momentum berantas peredaran uang palsu. Atau membuat koruptor yang nimbun cash (kayak Zarof Ricar) mati kutu dan transformasi keuangan digital lainnya,” katanya.

Lebih jauh, ia menekankan redenominasi tidak boleh berdiri sendiri. Tanpa agenda reformasi yang lebih luas, dampaknya akan minimal.

“Redenominasi sukses jika dijadikan momentum untuk transformasi sektor keuangan. Jika stand alone, tidak akan berdampak. Saya termasuk yang mendukung redenominasi asal dengan cara yang benar,” ucapnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Bikin Lomba Kota Terbersih, Lima Terbaik Dapat Rp20 Miliar

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:26

Oknum Brimob di KPK Diduga Bocorkan Dokumen Perkara, Dipakai Peras Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:18

ST Burhanuddin Mutasi 176 Jaksa, 90 Kajari Bergeser

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:17

Prabowo Wanti-wanti Konflik Timteng Bisa Meluas dan Semakin Memburuk

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:51

Deddy Sitorus Bantah Hina Wartawan dan Tantang Balik KWP

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:35

Lokataru: Kopdes Merah Putih Rawan Dimobilisasi Jadi Mesin Politik Bawah Tanah

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:26

Prabowo Tertarik Belajar Cara India Bangun 3 Juta Rumah dalam Setahun

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:21

Terima Aspirasi Guru TK, DPR Siap Agendakan Penguatan PAUD

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:19

MK: Anggaran MBG Tak Boleh Lagi Masuk Pos Pendidikan

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Pembahasan RUU HAM, Perlindungan Harus Menyesuaikan Perkembangan Zaman

Kamis, 30 Juli 2026 | 17:12

Selengkapnya