Berita

Ilustrasi (foto: RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street Melonjak Dipimpin Saham Nvidia

SELASA, 11 NOVEMBER 2025 | 08:45 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Bursa saham Wall Street melesat tajam dipimpin oleh saham-saham perusahaan teknologi berbasis Kecerdasan Buatan (AI).

Kenaikan pasar ini juga didorong oleh optimisme bahwa penutupan pemerintahan federal AS, yang menjadi yang terpanjang dalam sejarah (40 hari), akan segera berakhir.

Nasdaq (yang banyak berisi saham teknologi) memimpin kenaikan dengan melambung 2,27 persen atau 522,64 poin ke posisi 23.527,17 pada penutupan perdagangan Senin 10 NOvember 2025 atau Selasa pagi WIB. Ini adalah kenaikan harian terbaik sejak akhir Mei.


Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 0,81 persen atau ke 381,53 poin menjadi 47.368,63. Sedangkan indeks berbasis luas S&P 500 melonjak 1,54 persen atau 103,63 poin jadi 6.832,43,

Senat AS telah menyetujui langkah awal rancangan kompromi untuk memulihkan pendanaan federal. Penutupan yang berlangsung lama ini telah menimbulkan kekhawatiran besar akan dampaknya terhadap ekonomi AS, termasuk potensi pembatalan penerbangan dan kesulitan data ekonomi bagi The Fed. Kabar baik dari Washington mengurangi ketidakpastian ini.

Saham teknologi unggulan memimpin lonjakan ini. Analis menyebut ini sebagai fenomena "beli saat harga turun" (buy the dip) setelah sektor ini sempat tertekan pekan lalu.

Saham Nvidia (perusahaan dengan valuasi terbesar di dunia) melesat 5,8 persen. Saham Palantir (perusahaan analitik data AI) melambung 8,8 persen. Saham Tesla juga ikut menguat 3,7 persen.

Ross Mayfield, analis Baird, mengatakan tema AI tetap kuat karena laporan keuangan di sektor ini menunjukkan hasil yang solid.

Namun, tidak semua saham naik. Saham perusahaan asuransi kesehatan seperti Centene dan Humana ambles setelah Senat sepakat mengakhiri shutdown tanpa memperpanjang subsidi program Affordable Care Act (Obamacare).

Saham United Airlines dan American Airlines juga merosot karena masalah pemotongan penerbangan dan kekurangan staf pengatur lalu lintas udara akibat shutdown.

Terlepas dari kekhawatiran politik, musim laporan keuangan kuartal ketiga hampir selesai. Data menunjukkan bahwa sekitar 83 persen perusahaan di indeks S&P 500 melaporkan laba di atas perkiraan, menandakan fundamental perusahaan masih kuat. 

Volume perdagangan di bursa Wall Street mencapai 17,9 miliar saham, lebih rendah dibanding rata-rata 20,8 miliar saham selama 20 sesi terakhir ,  menandakan sebagian pelaku pasar masih menahan diri di tengah ketidakpastian politik dan kebijakan moneter.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya