Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelligence)

Bisnis

Harga Emas Meroket ke Titik Tertinggi dalam Dua Pekan

SELASA, 11 NOVEMBER 2025 | 08:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga emas melonjak tajam hampir 3 persen. Kenaikan ini membawa harga emas ke level tertinggi dalam lebih dari dua pekan terakhir.

Dikutip dari Reuters, harga emas spot melambung 2,8 persen menjadi 4.111,39 Dolar AS per ons, sementara emas berjangka AS untuk kontrak Desember ditutup melesat 2,8 persen menjadi 4.122,00 Dolar AS per ons.

Lonjakan harga ini didorong oleh satu faktor Utama, yaitu ekspektasi pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (The Fed), akan segera menurunkan suku bunga.


Logam mulia (seperti emas) menjadi aset yang lebih menarik ketika suku bunga turun, karena emas itu sendiri tidak memberikan bunga.

Kenaikan harga emas dipicu oleh beberapa hal, seperti data ekonomi AS yang melemah. Data yang dirilis pekan lalu menunjukkan ekonomi AS melambat. Terjadi penurunan lapangan kerja pada Oktober (terutama di sektor pemerintahan dan ritel), dan kepercayaan konsumen juga menurun karena khawatir dengan kondisi ekonomi.

Data ekonomi yang buruk ini membuat pasar yakin The Fed akan mengambil kebijakan yang lebih longgar (dovish), yaitu memotong suku bunga. Saat ini, pasar memperkirakan peluang 64 persen bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada Desember. 

Peter Grant dari Zaner Metals mengatakan, "Data ekonomi yang lemah pekan lalu membuat pasar lebih condong ke arah dovish terhadap prospek kebijakan The Fed...Kita masih sangat mungkin melihat pemangkasan suku bunga pada Desember."

Dengan kondisi ini, harga emas diperkirakan akan terus menguat. Grant memprediksi harga emas bisa bergerak di kisaran 4.200-4.300 Dolar AS per ons hingga akhir tahun ini. Bahkan, ada potensi harga mencapai 5.000 per ons pada kuartal pertama tahun depan.

Selain suku bunga, perhatian pasar juga tertuju pada Senat AS yang membahas undang-undang untuk membuka kembali pemerintahan federal yang sempat ditutup (shutdown) selama 40 hari.

Harga logam lainnya ikut melambung. Perak spot naik 4,5 persen menjadi 50,46 Dolar AS per ons. Platinum menguat 2,4 persen ke posisi 1.582,50 per ons. Paladium melonjak 3,1 persen menjadi 1.422,79 Dolar AS per ons.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

UPDATE

Demi Keamanan, Kapolri Patut Didukung Usut Dugaan Penyadapan Terhadap Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 16:34

Potensi Wisata Besar Belum Dongkrak Ekonomi Sabang

Kamis, 05 November 2026 | 16:27

Pertamina Drilling Gandeng Halliburton Perkuat Operasional Migas di Timteng

Kamis, 05 November 2026 | 16:12

DPR Taruh Harapan di Pundak Suyudi dan Jajaran Usut Tuntas Kasus Listyo Sigit Dkk

Kamis, 05 November 2026 | 16:00

Bobolnya Lapis Pengaman Presiden

Kamis, 05 November 2026 | 15:48

Ekonomi Aceh Tetap Tumbuh Positif Meski Dihantam Bencana

Kamis, 05 November 2026 | 15:46

BPS: Pengangguran RI Berkurang 77 Ribu Orang per Agustus 2026

Kamis, 05 November 2026 | 15:38

Pertamina Hulu Energi Catat Torehan Manis Jelang Akhir Tahun

Kamis, 05 November 2026 | 15:33

ABP: Rakyat Tetap Berdiri Bersama Presiden Prabowo

Kamis, 05 November 2026 | 15:28

Jokowi Keberatan Roy Suryo Minta Ijazah Diperiksa Lagi

Kamis, 05 November 2026 | 15:22

Selengkapnya