Berita

Mediator Amerika Serikat (AS) Jared Kushner (Foto: AFP)

Dunia

Kushner-Netanyahu Bertemu Bahas Tahap Kedua Gencatan Senjata Gaza

SELASA, 11 NOVEMBER 2025 | 07:55 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Mediator Amerika Serikat (AS) Jared Kushner bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem pada Senin 10 November 2025, untuk membahas tahap kedua gencatan senjata di Gaza. 

Pertemuan ini bertujuan menjaga kesepakatan gencatan senjata tahap pertama yang mencakup pertukaran sandera dan tahanan, sementara tahap kedua akan membahas masa depan pemerintahan Gaza serta rencana pembentukan pasukan stabilisasi internasional. 

“Tahap kedua mencakup pelucutan senjata Hamas, demiliterisasi Gaza, dan memastikan Hamas tidak lagi berperan dalam masa depan Gaza,” kata juru bicara pemerintah Israel, Shosh Bedrosian, dikutip dari AFP, Selasa 11 November 2025.


Hamas menolak keras gagasan pelucutan senjata, menyebutnya sebagai “garis merah”. Di sisi lain, Netanyahu menegaskan sikap keras terhadap pelanggaran gencatan senjata. “Kami akan menegakkan perjanjian gencatan senjata dengan tangan besi terhadap siapa pun yang ingin menghancurkan kami,” ujarnya di parlemen.

Meski ada kesepakatan gencatan senjata, pertempuran kecil terus terjadi. Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan sedikitnya 242 warga Palestina tewas sejak 10 Oktober. Israel juga masih melancarkan serangan ke Lebanon terhadap kelompok Hizbullah yang didukung Iran.

Negara seperti Mesir, Qatar, dan Turki disebut sebagai calon anggota pasukan stabilisasi internasional, namun Uni Emirat Arab menyatakan enggan bergabung tanpa kerangka kerja yang jelas. Israel juga menolak keterlibatan pasukan Turki, meski Ankara menunjukkan minat.

Sejak gencatan senjata dimulai, Hamas telah menyerahkan 20 sandera hidup dan jenazah 24 orang lainnya, sementara Israel membebaskan hampir 2.000 tahanan Palestina. Namun, banyak warga Gaza masih hidup dalam ketakutan.

“Kami masih merasa tidak aman. Penembakan terus berlanjut, kami hanya berharap mimpi buruk ini segera berakhir,” kata Salma Abu Shawish, warga kamp pengungsi Al-Bureij.

Populer

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

UPDATE

Program Kurban Presiden dari APBN Punya Dampak Sosial dan Ekonomi

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:20

Isu Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret Tak Terkait dengan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:11

Belum Hari Kemerdekaan, Rupiah Sudah di Atas Rp17.845 per Dolar AS

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:10

Bantuan Kurban Presiden dari APBN Lebih Tepat Disebut Program Sosial

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:06

Guru Berhak Dapat Kehidupan Layak Sesuai Pasal 27 UUD 1945

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:02

Iduladha di KBRI Madrid Jadi Obat Rindu Diaspora pada Masakan Indonesia

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:57

Pimpin Kurban Presiden dan Wapres di Istiqlal, Nasaruddin Umar: InsyaAllah Aman dan Sesuai Syariat

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:48

Harga Emas Antam Ambruk Rp31.000, Turun ke Rp2,75 Juta per Gram

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:40

Tak Boleh Asal Sembelih, Ini Standar Kurban Ketat di Istiqlal

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:26

Pemerintah Kejar Net Zero Emission Lewat Proyek Panas Bumi

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:23

Selengkapnya