Berita

Mensesneg Prasetyo Hadi di Kertanegara, Jakarta, Minggu, 9 November 2025 (Foto: Dokumen Pribadi)

Politik

Mensesneg Ungkap Isi Ratas Prabowo di Kertanegara

MINGGU, 09 NOVEMBER 2025 | 21:04 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkap sejumlah pembahasan dalam rapat terbatas (ratas) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di kediamannya, Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Minggu, 9 November 2025. 

Sejumlah pejabat tampak hadir, termasuk Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Prasetyo menuturkan, salah satu fokus pembahasan adalah laporan sektor pertahanan, terutama perkembangan pasca kunjungan ke Morowali. Menurutnya, tim satgas kini mulai menertibkan kawasan hutan dan tambang di berbagai daerah.


"Beliau pertama berkoordinasi dengan menteri pertahanan, panglima TNI dan wakil panglima TNI karena beliau ingin mendapatkan update berkenaan dengan masalah pertahanan dan terutama laporan sekembalinya beliau semua dari Morowali,” kata Prasetyo. 

Selain itu, Kapolri juga melaporkan perkembangan penyelidikan terkait ledakan di SMA 72 Jakarta. Menurut Prasetyo, Presiden menilai penanganan terhadap para korban hingga proses pengamanan lokasi dan penyelidikan sudah dilakukan dengan cepat.

“Beliau menyampaikan terima kasih karena penanganan terhadap korban cukup cepat, sangat cepat kemudian juga pengamanan di TKP, penyelidikan dan lain sebagainya juga menggali informasi sangat cepat,” ucapnya.

Meski demikian, Prabowo disebut mengingatkan bahwa kejadian itu harus menjadi peringatan bagi masyarakat. Ia menilai penting untuk menghidupkan kembali aktivitas sosial seperti karang taruna dan Pramuka, serta meminta para guru dan tenaga pendidik meningkatkan kewaspadaan terhadap hal-hal mencurigakan di lingkungan sekolah.

"Terus kalau di lingkungan sekolah bagaimana para guru dan tenaga pendidik harus lebih aware atau perhatian manakala ada sesuatu yang mencurigakan," tandasnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya