Berita

Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq (tengah) di di Lapangan Murjani, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (Foto: Humas Kemendikdasmen)

Nusantara

Wamen Fajar: Filantropi Investasi Sosial Cerdaskan Kehidupan Bangsa

MINGGU, 09 NOVEMBER 2025 | 02:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lazismu 2026 resmi dibuka di Lapangan Murjani, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat malam, 7 November 2025 dengan mengusung tema “Penguatan Inovasi Sosial yang Terintegrasi, Berdampak, dan Berkemajuan”. 

Rakernas ini menghadirkan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq sebagai narasumber utama pada sesi pembukaan.

Wamen Fajar menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun manusia Indonesia yang berkarakter, berpengetahuan, dan berkeadaban. 


“Filantropi bukan sekadar distribusi dana, tetapi investasi sosial untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dunia pendidikan dan gerakan sosial seperti LAZISMU harus berjalan beriringan untuk menumbuhkan empati, keadilan, dan kemandirian,” ujar Fajar dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Sabtu, 8 November 2025.

Ia juga menekankan bahwa kebijakan Kemendikdasmen di bawah kepemimpinan Menteri Abdul Mu’ti menempatkan pendidikan karakter, literasi sosial, dan pendidikan inklusif sebagai prioritas utama. 

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Lazismu telah menunjukkan bahwa inovasi sosial berbasis nilai keagamaan mampu melahirkan solusi nyata untuk pendidikan, ekonomi, dan kemanusiaan,” jelasnya.

Pesan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa seluruh elemen bangsa harus bergotong royong dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur melalui pemerataan kesempatan belajar dan peningkatan kesejahteraan. 

“Keadilan sosial tidak bisa dicapai hanya dengan kebijakan negara, tetapi juga dengan solidaritas rakyat. Gerakan zakat, pendidikan, dan sosial harus bersatu untuk mengangkat harkat manusia Indonesia,” ungkap Presiden dalam berbagai kesempatan.

Ia juga mengapresiasi Lazismu sebagai lembaga yang konsisten mendukung program-program pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat. 

“Semangat inovasi sosial yang diusung Lazismu sejalan dengan arah kebijakan Kemendikdasmen dalam memperkuat pendidikan karakter, literasi sosial, dan inklusi pendidikan,” tambahnya.

Wamendikdasmen Fajar mengingatkan peran sentral filantropi dalam penguatan pendidikan. 

“Pembangunan manusia Indonesia tidak hanya berbicara tentang angka, tetapi tentang martabat. Pendidikan dan filantropi adalah dua sayap yang akan mengangkat bangsa ini menuju kemajuan yang berkeadilan,” tandasnya.

Ketua Badan Pengurus Lazismu Ahmad Imam Mujadid Rais, menyampaikan bahwa tema Rakernas tahun ini menjadi panggilan moral untuk bergerak bersama menciptakan dampak sosial yang nyata. 

“Inovasi sosial yang terintegrasi berarti kita tidak lagi bekerja sektoral. Setiap program harus memberi dampak berkelanjutan, baik di bidang pendidikan, ekonomi, maupun kemanusiaan,” ungkapnya.

Selain menjadi ajang konsolidasi nasional, Rakernas ini juga diharapkan memperkuat jaringan kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat sipil untuk menjawab tantangan kemiskinan, ketimpangan pendidikan, serta krisis nilai sosial di era digital. 

Rakernas yang berlangsung hingga 9 November 2025 ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara lembaga amil zakat dan dunia pendidikan dalam menghadapi tantangan sosial-ekonomi yang semakin kompleks. Kegiatan ini diikuti oleh 210 peserta dari 35 provinsi, terdiri atas pimpinan wilayah, pengurus, dan amil Lazismu se-Indonesia.


Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Rakyat Ingin Hukum yang Keras terhadap Pelaku Korupsi

Jumat, 28 Agustus 2026 | 02:19

Sumber APBN Berpeluang dari Harta Rampasan Koruptor

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:57

Gaduh Desil DTSEN, Bonnie Triyana: Buka Mekanisme Sanggah

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:21

Aset Daerah Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan

Jumat, 28 Agustus 2026 | 01:03

Ribuan Pengunjung Padati Hari Pertama Danantara Housing Expo

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:52

Leonardi Divonis 2,5 Tahun Penjara Meski Tak Terbukti Terima Uang

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:22

Kecurigaan Netizen Benar, Habis Karhutla, Muncullah Sawit

Jumat, 28 Agustus 2026 | 00:01

Pelindo-BNN Edukasi Pelajar di Empat Kota soal Bahaya Narkoba

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31

Pos Polisi di Kolong Flyover Slipi Dibakar Massa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:10

UU Perampasan Aset Beri Kepastian Hukum Berantas Korupsi

Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:00

Selengkapnya