Berita

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir. (Foto: Dok. Pribadi)

Politik

Don Muzakir:

Soeharto dan Gus Dur Punya Rekam Jejak untuk Bergelar Pahlawan Nasional

SABTU, 08 NOVEMBER 2025 | 18:33 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Usulan gelar Pahlawan Nasional untuk Presiden Soeharto dan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) disambut positif. Keduanya dinilai telah memberi kontribusi nyata dalam pembangunan, stabilitas, dan penguatan sektor pertanian.

Ketua Umum DPN Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir, mengatakan Presiden Soeharto pekerja keras untuk rakyat. 

"Di zamannya, Indonesia bisa swasembada pangan, ekonomi tumbuh, dan rakyat hidup tenang. Itu bukan hal kecil dan sudah sepantasnya beliau diberi gelar Pahlawan Nasional," ujar Don Muzakir dalam keterangan tertulis, pada Sabtu 8 November 2025.


Don Muzakir menyebutkan swasembada beras tercapai pada era Soeharto melalui program intensifikasi pertanian. Pemerintah memperkenalkan Panca Usaha Tani, Bimas, Operasi Khusus, dan Intensifikasi Khusus.

“Jalan, sekolah, puskesmas, bendungan, sampai program Pertanian juga hasil kerja Pak Harto saat itu. Beliau adalah penjaga Pancasila dan UUD 45, itu harus kita akui,” kata Don Muzakir.

Selain itu Don Muzakir juga menyebutkan peran Gus Dur dalam menjaga keutuhan bangsa pasca-reformasi. Menurutnya, Gus Dur memberi ruang bagi kelompok tani dan masyarakat adat untuk bersuara.

“Gus Dur kita kenal seorang yang visioner, punya pemikiran jauh ke depan, bagaimana bisa membangun dan menyatukan seluruh komponen masyarakat sehingga kesatuan negara Indonesia ini terjaga,” ujar Don Muzakir.

Menurutnya, stabilitas politik pada masa Gus Dur menjadi fondasi pemulihan ekonomi dan reformasi kelembagaan, termasuk di sektor pertanian. Program otonomi daerah memberi peluang bagi petani di wilayah terpencil untuk mengakses bantuan langsung.

“Yang kemudian dilanjutkan oleh presiden-presiden berikutnya dan saya kira itu juga merupakan sebuah jasa besar dari seorang presiden pada saat itu,” pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya